Kenaikan laba didorong oleh pertumbuhan pendapatan berbasis komisi serta efisiensi biaya operasional di tengah tekanan pada pendapatan bunga bersih.
Pendapatan bunga tercatat Rp2,18 triliun dengan beban bunga Rp1,23 triliun. Hal ini menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp951,8 miliar, turun dibandingkan 2024 yang mencapai Rp995,8 miliar.
Sementara itu, pendapatan provisi dan komisi meningkat signifikan menjadi Rp111,7 miliar dari Rp63,2 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, kinerja juga dipengaruhi kerugian transaksi valuta asing sebesar Rp39,3 miliar, berbalik dari keuntungan pada 2024.
Di sisi efisiensi, beban operasional berhasil ditekan menjadi Rp539,0 miliar dari Rp554,0 miliar. Penurunan biaya ini mendorong pendapatan operasional bersih naik menjadi Rp386,4 miliar dari Rp375,5 miliar.
Laba sebelum pajak tercatat Rp393,2 miliar dengan beban pajak Rp91,2 miliar, sehingga laba bersih tahun berjalan mencapai Rp301,9 miliar. Bank juga mencatat laba per saham sebesar Rp7,96, meningkat dari Rp7,79 pada tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News