Rupiah. Foto: MI.
Rupiah. Foto: MI.

Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.700/USD

Arif Wicaksono • 25 Mei 2026 09:13
Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari. 
 
Berdasarkan data watchlist pasar uang Investing, rupiah tercatat berada di level Rp17.699 per dolar AS atau melemah sekitar 0,20% untuk mata uang Negeri Paman Sam.
 
Baca  juga:  Rupiah Melemah Lagi Dolar AS Tembus Rp17.680/USD                                                      

Pelemahan rupiah juga tercermin dari pergerakan sejumlah mata uang regional terhadap rupiah. 
 
Dolar Singapura berada di level Rp13.854 atau naik 0,21 persen, yen Jepang berada pada level Rp111,34 atau naik 0,17 persen, serta euro menyentuh Rp20.522 atau melemah 0,05 persen. 

Sementara harga emas dunia atau XAU/USD ikut menguat 1,16% di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global.
 
Penguatan dolar AS terjadi meski Indeks Dolar AS (DXY) justru tercatat melemah ke level 98,957. 
 
Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor global, tetapi juga dipengaruhi sentimen domestik dan tingginya permintaan dolar AS di pasar keuangan domestik.
 
Dalam beberapa pekan terakhir, rupiah memang bergerak di area terlemah sepanjang sejarah. Data pasar menunjukkan USD/IDR sempat mendekati level Rp17.700 per dolar AS setelah investor asing meningkatkan permintaan aset safe haven dan keluar dari pasar negara berkembang. 
 
Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah merespons tekanan tersebut dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Kebijakan itu ditempuh guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menahan risiko inflasi akibat pelemahan mata uang domestik. 
 
Selain faktor eksternal seperti tingginya ketidakpastian geopolitik dan arah suku bunga The Fed, pasar juga mencermati kondisi fiskal Indonesia serta arus keluar modal asing dari pasar obligasi dan saham domestik. Hal tersebut membuat permintaan dolar AS meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir. 
 
Di sisi lain, pemerintah mulai menyiapkan berbagai langkah untuk menopang stabilitas rupiah. Salah satunya melalui aturan baru yang mewajibkan eksportir sumber daya alam menempatkan devisa hasil ekspor di perbankan nasional. Kebijakan itu diharapkan mampu memperkuat pasokan valuta asing di dalam negeri. 
 
Pelaku pasar kini menantikan langkah lanjutan Bank Indonesia serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Jika tekanan global belum mereda, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam jangka pendek dengan level psikologis Rp17.700 per dolar AS menjadi area yang terus dicermati investor. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan