Rupah. Foto: MI.
Rupah. Foto: MI.

Rupiah Melemah Lagi Dolar AS Tembus Rp17.680/USD

Arif Wicaksono • 22 Mei 2026 09:14
Ringkasnya gini..
  • Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan pagi ini.
  • Berdasarkan data pasar Investing pada Jumat, 22 Mei 2026 pukul 09.02 WIB, dolar Amerika Serikat (AS) tercatat berada di level Rp17.680,8 atau menguat 54,9 poin setara 0,31% terhadap rupiah.
Jakarta: Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan pagi ini. 
 
Berdasarkan data pasar Investing pada Jumat, 22 Mei 2026 pukul 09.02 WIB, dolar Amerika Serikat (AS) tercatat berada di level Rp17.680,8 atau menguat 54,9 poin setara 0,31% terhadap rupiah.
 
Baca juga: Setelah BI Rate Naik, Rupiah Dibuka Turun di Level Rp17.653/USD            

Penguatan dolar AS juga tercermin dari kenaikan Indeks Dolar AS yang berada di posisi 99,207 atau naik 0,05%. Kondisi ini menunjukkan mata uang Negeri Paman Sam masih mendominasi di tengah ketidakpastian pasar global.
 
Tak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang Asia lainnya. Yuan China naik 0,16% terhadap rupiah ke level Rp2.599,08, sementara ringgit Malaysia menguat 0,10% ke posisi Rp4.459,98.

Selanjutnya, yen Jepang turut menguat tipis sebesar 0,05% menjadi Rp111,11 per yen. Baht Thailand juga tercatat naik 0,04% ke level Rp541,248 terhadap rupiah.
 
Di sisi lain, pergerakan euro terhadap rupiah relatif stagnan. Mata uang Eropa tersebut berada di level Rp20.479 tanpa mengalami perubahan signifikan dibanding perdagangan sebelumnya.
 
Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh sentimen global yang masih mendorong investor memburu aset berbasis dolar AS. Selain itu, ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve turut menjadi perhatian pelaku pasar.
 
Sementara itu, harga emas dunia justru mengalami pelemahan. Instrumen XAU/USD tercatat turun 15,64 poin atau 0,34% ke level 4.527,65. Penurunan emas terjadi di tengah penguatan dolar AS yang biasanya membuat aset safe haven menjadi kurang menarik.
 
Analis menilai pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi dinamika eksternal, terutama perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan arus modal asing di pasar keuangan domestik.
 
Pelaku pasar kini menanti sejumlah data ekonomi global yang diperkirakan dapat memberikan arah baru terhadap pergerakan mata uang, termasuk rupiah. Bank Indonesia juga diperkirakan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar di tengah volatilitas pasar global yang masih tinggi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan