Aset  kripto. Foto: Medcom.id.
Aset kripto. Foto: Medcom.id.

Arus Dana Keluar ETF Tekan Bitcoin, Mei 2026 Ditutup di Zona Merah

Arif Wicaksono • 02 Juni 2026 17:16
Jakarta: Pasar kripto memasuki Juni 2026 dengan tekanan yang cukup besar. Bitcoin (BTC) mengalami pelemahan signifikan setelah sentimen geopolitik global mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
 
Baca juga:  Biar Nggak Asal FOMO, Bulan Literasi Kripto Ajak Anak Muda Melek Risiko

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin berada di kisaran USD71.300 atau sekitar Rp1,27 miliar per koin, turun 3,48 persen. Sementara itu, dominasi Bitcoin terhadap pasar kripto global berada di level 59,25 persen dengan total kapitalisasi pasar kripto menyusut menjadi sekitar USD2,41 triliun.
 
Kekhawatiran investor meningkat setelah memanasnya situasi di Timur Tengah.  Keputusan Iran untuk menghentikan pembahasan gencatan senjata dengan Amerika Serikat serta munculnya ancaman penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak Brent bahkan melonjak lebih dari 8 persen hingga mendekati USD94 per barel.
 
Kondisi tersebut memicu gelombang aksi jual di berbagai aset berisiko, termasuk kripto. Akibatnya, harga Bitcoin sempat turun ke area USD71.000, level terendah dalam hampir dua bulan terakhir.

Jika melihat kinerja sepanjang Mei 2026, Bitcoin mencatatkan hasil yang kurang menggembirakan. Aset kripto terbesar di dunia itu membukukan penurunan bulanan sebesar 3,41 persen. Selama periode tersebut, BTC sempat menyentuh level tertinggi US$82.790 sebelum akhirnya ditutup di kisaran USD73.579.
 
Salah satu faktor utama yang membebani pasar adalah derasnya arus dana keluar dari ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. Sepanjang Mei, produk investasi tersebut mencatat net outflow sekitar USD2,43 miliar. Tekanan terbesar terjadi pada pekan terakhir bulan lalu dengan dana keluar mencapai USD1,42 miliar.
 
Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya keyakinan pelaku pasar bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Juni. Ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama membuat investor cenderung mengurangi kepemilikan aset berisiko.
 
Meski demikian, aktivitas investor institusi menunjukkan dinamika yang berbeda. Perusahaan Strategy tercatat melepas 32 BTC senilai sekitar USD2,5 juta sebagai bagian dari aksi ambil untung. Kendati demikian, perusahaan tersebut masih menjadi salah satu pemegang Bitcoin terbesar dengan nilai kepemilikan mencapai USD63,87 miliar.
 
Di sisi lain, perusahaan Bitmine justru memanfaatkan koreksi pasar untuk menambah kepemilikan aset digital. Bitmine membeli 26.497 Ethereum (ETH) dengan nilai sekitar USD54,61 juta dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang cadangan aset kripto institusional terbesar di dunia.
 
Sementara pasar kripto secara umum bergerak lesu, sejumlah altcoin justru tampil mencuri perhatian. Token Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu aset dengan performa terbaik setelah berhasil menembus rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH).
 
Pada awal Juni, HYPE diperdagangkan di kisaran Rp1,34 juta per token. Kenaikan tersebut memperpanjang reli harga yang telah melesat lebih dari 75 persen dalam satu bulan terakhir, jauh mengungguli performa Bitcoin maupun Ethereum.
 
Perkembangan menarik juga datang dari ekosistem Toncoin. Komunitas pengguna Telegram memberikan dukungan kuat terhadap usulan perubahan nama Toncoin kembali menjadi "Gram", dengan tingkat persetujuan mencapai lebih dari 85 persen.
 
Adapun Dogecoin (DOGE) mencatatkan kabar positif setelah menjalin kerja sama dengan Paxos. Kolaborasi ini dinilai membuka peluang lebih luas bagi DOGE untuk terintegrasi ke berbagai layanan pembayaran digital global, termasuk PayPal, Venmo, dan Mercado Libre yang memiliki jangkauan pengguna di lebih dari 150 negara.
 
Versi ini menggunakan gaya penulisan media bisnis/teknologi yang lebih natural, tidak terlalu promosi, dan lebih mudah dipublikasikan di portal berita online.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan