Bitcoin. Foto: Unsplash.
Bitcoin. Foto: Unsplash.

Biar Nggak Asal FOMO, Bulan Literasi Kripto Ajak Anak Muda Melek Risiko

Arif Wicaksono • 14 Mei 2026 07:36
Jakarta: Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 resmi ditutup hari ini melalui sebuah acara yang mempertemukan regulator, pelaku industri, asosiasi, serta aparat penegak hukum.
 
Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program edukasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aset kripto, tidak hanya dari sisi peluang, tetapi juga risiko dan cara bertransaksi yang aman.
 
Baca juga:  Harga Bitcoin Melejit ke USD 80.000, Apa Pemicu dan Prospeknya?

Selama satu bulan penuh, BLK 2026 menghadirkan lebih dari 25 rangkaian kegiatan yang melibatkan 4.300+ peserta baik secara luring maupun daring di berbagai wilayah Indonesia. Program ini mencakup seminar edukasi publik, workshop teknis blockchain, diskusi regulasi, hingga pelatihan khusus bagi aparat penegak hukum.
 
Deputi Komisioner Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Luthfy Zain Fuady mengatakan, saat ini masih terdapat kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan nasional.

“Secara umum tingkat literasi kita masih di kisaran 66 persen, sementara tingkat inklusi atau engagement sudah mencapai sekitar 80 persen. Artinya masih ada gap yang perlu dipersempit,” ujar Luthfy dalam keteranganya. 
 
Menurut dia, OJK berupaya menutup kesenjangan tersebut melalui berbagai program edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan lewat roadshow literasi di 10 kota di Indonesia. Ia menjelaskan, program tersebut bertujuan agar masyarakat tidak sekadar ikut tren dalam berinvestasi di aset keuangan digital maupun kripto.
 
“Masyarakat harus memahami siklus investasinya, memahami risikonya juga, sehingga bisa mengambil manfaat dari industri aset keuangan digital dan aset kripto secara lebih bijak,” katanya.
 
Luthfy menambahkan, peningkatan literasi dinilai penting agar pertumbuhan industri aset digital di Indonesia berjalan lebih sehat dan berkelanjutan, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap in
 
Kegiatan juga diperluas melalui roadshow di 9 kota serta kolaborasi dengan 15+ komunitas lokal, menunjukkan tingginya antusiasme dan keterlibatan lintas sektor. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), para anggota ABI, serta berbagai lembaga dan pemangku kepentingan terkait.
 
Dari sisi dampak, BLK 2026 mencatat sejumlah capaian positif. Berdasarkan survei terhadap peserta, 87% responden telah memiliki tingkat literasi kripto yang tinggi (advanced), 90% memahami dinamika pergerakan harga, dan 89,5% menyadari pentingnya bertransaksi melalui platform yang terdaftar dan berizin resmi sesuai ketentuan regulator.
 
Selain itu, 85,3% peserta menunjukkan kebiasaan melakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial, sebuah indikator meningkatnya kedewasaan dalam berpartisipasi di ekosistem aset digital.
 
Dalam acara penutupan, literasi ditegaskan sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem kripto yang sehat. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan masyarakat memahami penggunaan aset kripto dengan baik, sehingga dapat berpartisipasi secara lebih percaya diri dan bertanggung jawab.
 
Selain itu, kolaborasi dengan aparat penegak hukum juga menjadi salah satu fokus utama tahun ini. Melalui program sharing session khusus, diharapkan pemahaman terhadap aspek hukum dan mekanisme penanganan kasus terkait kripto dapat semakin kuat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri ini.
 
Sebagai penutup, BLK 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan literasi yang semakin baik, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan aset kripto secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan