Ilustrasi Bitcoin. Foto: KBI
Ilustrasi Bitcoin. Foto: KBI

Harga Bitcoin Melejit ke USD 80.000, Apa Pemicu dan Prospeknya?

Annisa ayu artanti • 05 Mei 2026 18:48
Ringkasnya gini..
  • Bitcoin tembus USD 80.000 didorong dana institusi dan sentimen global.
  • ETF Bitcoin dan likuiditas pasar jadi faktor utama penguatan harga.
  • Investor diimbau tetap waspada karena volatilitas kripto tinggi.
Jakarta: Pasar kripto kembali bergairah setelah Bitcoin (BTC) menembus level USD 80.000. Lonjakan ini menjadi posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir sejak Januari 2026.

Bitcoin menguat, apa pemicunya?

Vice President Indodax Antony Kusuma menyatakan hal itu karena mendapatkan dorongan dari dua arah sekaligus yakni oleh arus masuk dana institusional yang signifikan melalui ETF Bitcoin, yang tercatat mencapai USD625 juta dalam satu hari perdagangan.
 
Di sisi lain, tambah dia, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global yang menguat, termasuk meningkatnya minat terhadap aset berisiko di tengah membaiknya likuiditas pasar kripto yang membaik, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
 
"Bitcoin saat ini berada dalam posisi yang unik karena mendapatkan dorongan dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, ia bergerak mengikuti sentimen pasar global, namun di sisi lain juga mulai dipertimbangkan sebagai alternatif di tengah ketidakpastian geopolitik," ujarnya dilansir Antara, Selasa, 5 Mei 2026.
 
Baca juga: Bitcoin Menguat ke USD74.000, Sentimen Iran dan Data AS Jadi Penggerak

Kondisi tersebut, menurut dia, mendorong investor untuk mencari alternatif aset lindung nilai di luar sistem keuangan tradisional, apalagi penguatan ini turut didukung oleh oleh lonjakan aktivitas pasar, dengan volume perdagangan harian mencapai sekitar USD48 miliar.

"Kondisi ini mengindikasikan adanya momentum positif di pasar, namun tetap perlu dianalisis secara cermat dinamika yang terjadi di pasar," ucapnya.

Peran investor institusional semakin besar

Selain itu, tambahnya, data pada CoinMarketCap menunjukkan bahwa total aset dalam ETF Bitcoin kini berada di kisaran USD105 miliar dan hal ini mencerminkan meningkatnya partisipasi serta kepercayaan investor institusional yang turut menjadi salah satu faktor penting dalam menopang pergerakan pasar.
 
Antony menyatakan momentum penguatan ini mulai mencerminkan kecenderungan bullish di pasar, meskipun masih berada dalam fase yang perlu dicermati secara hati-hati.
 
Kenaikan harga yang didukung oleh arus dana institusional dan sentimen global menunjukkan bahwa minat terhadap aset kripto, khususnya Bitcoin, masih cukup kuat.
 
Namun, dia mengingatkan keberlanjutan momentum ini akan sangat bergantung pada konsistensi likuiditas pasar serta perkembangan faktor eksternal, seperti kondisi makroekonomi dan dinamika geopolitik global.
 
"Oleh karena itu, volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto yang perlu dipahami investor dalam mengambil keputusan," katanya.
 
Antoy mengharapkan masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan momentum pasar secara lebih bijak dan terukur, dengan tetap mengedepankan manajemen risiko di tengah dinamika global yang terus berkembang.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan