IHSG melemah. Foto: MI.
IHSG melemah. Foto: MI.

Pembukaan Hari Ini IHSG Melemah ke Level 7.240

Arif Wicaksono • 09 Maret 2026 09:35
Ringkasnya gini..
  • IHSG melemah 4,54 persen dengan berada pada level 7.240 pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026.
  • Indeks Dow Jones Industrial Average turun 453,19 poin atau 0,95% ke level 47.501,55. Sementara itu S&P 500 melemah 1,33% menjadi 6.740,02.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada pembukaan perdagangan hari ini. 
 
IHSG melemah 4,54 persen dengan berada pada level 7.240 pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026. 
 
Indeks unggulan seperti LQ45 dan JII melemah hingga 5 persen. Saham-saham bank besar seperti BBCA, BBNI, BBRI jatuh pada hari ini. Sementara saham energi AKRA dan MEDC naik.

Laju IHSG mengikuti pergerakanb ursa saham Amerika Serikat kembali ditutup melemah pada akhir perdagangan pekan lalu.
 

Tekanan datang dari lonjakan tajam harga minyak dunia serta data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan pasar.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 453,19 poin atau 0,95% ke level 47.501,55. Sementara itu S&P 500 melemah 1,33% menjadi 6.740,02.
 
Sentimen negatif juga merembet ke bursa Eropa. Indeks FTSE 100 di London terkoreksi 1,24% ke posisi 10.284,75. Berbeda dengan pasar Barat, bursa Asia justru bergerak positif dengan Nikkei 225 menguat 0,62%.
 
Lonjakan volatilitas pasar juga terlihat dari indeks ketakutan investor, CBOE Volatility Index atau VIX, yang melesat 24,17% ke level 29,49.

Harga Minyak Naik

Kekhawatiran pasar terutama dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah. Harga minyak jenis West Texas Intermediate melonjak hingga menembus USD90 per barel.
 
Secara mingguan, harga minyak tersebut tercatat naik sekitar 35% week-on-week. Kenaikan ini menjadi yang terbesar sejak 1983.
 
Lonjakan harga energi dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global, seiring meningkatnya intensitas konflik militer di Timur Tengah.
 
Kenaikan harga energi juga memicu reli di sejumlah komoditas lain. Harga emas naik 1,76%, sementara perak melonjak hampir 2,8%. Komoditas energi seperti gas alam turut menguat lebih dari 6%.
 
Di sisi lain, sentimen negatif datang dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Berdasarkan laporan Bureau of Labor Statistics, jumlah pekerja pada Februari justru mengalami penurunan sebanyak 92.000 orang.
 
Angka tersebut berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya yang mencatat penambahan tenaga kerja sebanyak 126.000 orang. Data ini juga jauh dari ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan sekitar 50.000 pekerja. Tingkat pengangguran pun naik menjadi 4,4% dari sebelumnya 4,3%.
 
Kombinasi lonjakan harga energi dan pelemahan pasar tenaga kerja membuat investor cenderung berhati-hati. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga masih menjadi faktor utama yang membayangi pasar global.
 
Selama risiko gangguan pasokan energi belum mereda, volatilitas di pasar keuangan diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa waktu ke depan. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan