Ilustrasi. Foto: MI
Ilustrasi. Foto: MI

IHSG Melemah di Tengah Konflik Iran-AS, Investor Diminta Perbanyak Cash

Annisa ayu artanti • 06 Maret 2026 10:26
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka turun 0,14% ke level 7.699 pada perdagangan Jumat.
  • Konflik Iran-AS meningkatkan ketidakpastian pasar dan arah suku bunga The Fed.
  • Analis menyarankan investor memperbesar posisi cash menghadapi volatilitas tinggi.
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan dibuka melemah.
 
Tekanan terhadap pasar saham domestik muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang memicu ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global.
 
Melansir Antara, Jumat, 6 Maret 2026, IHSG tercatat dibuka turun 11,07 poin atau 0,14 persen ke level 7.699,47. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut melemah 1,61 poin atau 0,20 persen ke posisi 786,21.

Analis sarankan investor perbanyak cash

Tekanan terhadap IHSG dinilai berpotensi berlanjut dalam jangka pendek, terutama karena pasar masih menghadapi volatilitas yang tinggi.

"Kiwoom Research perkirakan technical rebound yang terjadi kemarin tidak akan berumur panjang, secara teknikal persis di gerbang resistance kritikal 7.712-7.720. Para investor disarankan untuk masih perbesar posisi cash di penghujung pekan ini untuk antisipasi high volatility during weekend," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta.
 
Baca juga: IHSG Rebound Usai Tekanan, Investor Cermati Risiko Global

Konflik Timur Tengah picu ketidakpastian pasar

Dari sentimen global, eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah memasuki hari keenam. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi energi dan arah kebijakan moneter global.
 
Pasar juga menantikan pertemuan Federal Reserve melalui agenda Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17–18 Maret 2026 untuk menentukan kebijakan suku bunga acuan.
 
"Pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed sekitar 40 bps sepanjang 2026, turun dari sekitar 50 bps sebelum konflik dimulai," ujar Liza.

Ketegangan militer meningkat

Situasi geopolitik di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel. Di sisi lain, jet tempur AS dan Israel juga terus menyerang sejumlah target di Iran.
 
Ketegangan juga meningkat setelah terjadi serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk serta laporan drone Iran yang memasuki wilayah Azerbaijan. Kondisi ini meningkatkan risiko meluasnya konflik ke negara produsen energi lainnya.
 
Presiden Donald Trump bahkan menyatakan bahwa Amerika Serikat ingin memiliki peran dalam menentukan pemimpin Iran berikutnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan