Melansir Antara, Kamis, 5 Maret 2026, pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, IHSG naik 118,29 poin atau 1,56 persen ke level 7.695,35. Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan ikut terkerek 12,25 poin atau 1,59 persen ke posisi 784,70.
Wall Street dan stabilitas dolar jadi penopang
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menilai penguatan IHSG didorong sentimen eksternal yang cukup kondusif."Dari eksternal, sentimen terbantu oleh penguatan Wall Street dan stabilnya dolar Amerika Serikat (AS), meski risiko geopolitik masih tinggi" sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya.
Dari Amerika Serikat, data ekonomi menunjukkan kinerja solid. Laporan tenaga kerja swasta dari Automatic Data Processing (ADP) serta pertumbuhan sektor jasa yang melampaui ekspektasi menjadi katalis positif. Tekanan inflasi yang mulai mereda juga memberi ruang optimisme bagi pelaku pasar.
| Baca juga: IHSG Dibuka Melemah 0,55%, Sentimen Global Masih Tekan Pasar |
Pasar global dan harga minyak stabil
Pelaku pasar global juga mencermati forum tahunan Two Sessions yang menjadi acuan arah kebijakan dan target pertumbuhan ekonomi ke depan.Di sisi komoditas, harga minyak dunia seperti Brent Crude Oil dan West Texas Intermediate (WTI) terpantau stabil. Pemerintah AS menjanjikan langkah untuk menjaga kelancaran distribusi minyak di Teluk Persia, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah.
Stabilitas harga energi ini turut membantu menjaga sentimen positif di pasar keuangan global.
Faktor domestik
Dari dalam negeri, Fitch Ratings memangkas outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat kredit di level BBB atau investment grade.Outlook tersebut mencerminkan peningkatan risiko kebijakan jangka menengah di tengah target pertumbuhan 8 persen pemerintahan Prabowo Subianto dan potensi pelonggaran fiskal.
Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan fundamental ekonomi nasional tetap solid. Proyeksi pertumbuhan 2026 diperkirakan berada di kisaran 4,9-5,7 persen, dengan inflasi yang terkendali serta cadangan devisa yang kuat.
Kombinasi sentimen global yang positif dan fundamental domestik yang relatif stabil menjadi pendorong rebound IHSG pagi ini. Namun, risiko geopolitik dan arah kebijakan global tetap menjadi faktor yang perlu dicermati investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News