Pelaksanaan rapat dilakukan secara hybrid, yakni melalui kehadiran fisik maupun secara daring dengan memanfaatkan sistem Electronic General Meeting System (eASY.KSEI) yang disediakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.
| Baca juga: Pembiayaan WOMF 2025 Tumbuh 9,35%, Kualitas Kredit Tetap Terjaga |
Dalam RUPST, perseroan membahas berbagai agenda rutin, mulai dari persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, hingga penetapan penggunaan laba bersih. Selain itu, rapat juga mencakup penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026, perubahan susunan manajemen, serta pengaturan pembagian tugas direksi.
Tak hanya itu, pemegang saham juga menyetujui penetapan remunerasi bagi Dewan Komisaris, Direksi, serta Dewan Pengawas Syariah. Agenda RUPST ditutup dengan penyampaian laporan realisasi penggunaan dana hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan V tahun 2025.
Sementara dalam RUPSLB, perseroan memperoleh persetujuan atas perubahan anggaran dasar yang disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Selain itu, pemegang saham juga menyetujui rencana pengalihan maupun penjaminan sebagian besar atau seluruh piutang perusahaan.
Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan sepanjang 2025.
Ia menilai, di tengah tantangan ekonomi dan kompetisi yang ketat, perusahaan tetap mampu mencatatkan kinerja positif sekaligus menjaga konsistensi dalam pembagian dividen.
Dari sisi kinerja, Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, mengungkapkan hingga akhir 2025 perseroan berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun, tumbuh 9,35% secara tahunan.
Sejalan dengan itu, total aset perusahaan meningkat 6,08% menjadi Rp7,37 triliun, sementara ekuitas tercatat naik 4,81% menjadi Rp1,98 triliun. WOM Finance juga membukukan laba bersih sebesar Rp142,55 miliar, dengan rasio Return on Asset (ROA) sebesar 2,41% dan Return on Equity (ROE) 7,45%.
Kualitas pembiayaan pun tetap terjaga, tercermin dari rasio non-performing financing (NPF) gross sebesar 2,17% dan NPF net 0,95%. Manajemen menilai capaian ini menunjukkan pengelolaan risiko yang disiplin serta penerapan prinsip kehati-hatian di tengah dinamika industri pembiayaan.
Untuk memperkuat struktur permodalan, pada 2025 perseroan telah menerbitkan obligasi melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II senilai Rp1,5 triliun. Selain itu, WOM Finance juga memperoleh tambahan fasilitas pinjaman dari sektor perbankan sebesar Rp1,65 triliun.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus. Dengan demikian, komposisi terbaru Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah telah ditetapkan secara resmi.
Adapun pada agenda RUPSLB, perseroan juga mendapatkan restu untuk melakukan penyesuaian sejumlah ketentuan dalam anggaran dasar. Termasuk di dalamnya adalah persetujuan atas rencana pengalihan atau penjaminan piutang sebagai bagian dari strategi penguatan likuiditas dan pendanaan.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung ekspansi bisnis sekaligus memastikan seluruh kebijakan perusahaan tetap sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta regulasi yang berlaku.
WOM Finance juga menyampaikan bahwa dalam RUPST Tahun 2026 telah menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan.
Sehubungan dengan keputusan tersebut, maka susunan anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah WOM Finance secara resmi ditetapkan sebagai berikut:
Dewan Komisaris :
Presiden Komisaris: Steffano Ridwan
Komisaris: Thillagavathy Nadason
Komisaris: Taufik Aulia
Komisaris Independen: Sarastri Baskoro
Komisaris Independen: Rallyati Arianto Wibowo, S.E
Direksi :
Direktur: Cincin Lisa Hadi
Direktur: Hendrik Progo
Direktur: Ir. Paulus Cholot Janala
Dewan Pengawas Syariah
Ketua: Dr. H. Abdul Jabar Majid, M.A.
Anggota: Prof. Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News