WOM Finance. Foto: Istimewa.
WOM Finance. Foto: Istimewa.

Pembiayaan WOMF 2025 Tumbuh 9,35%, Kualitas Kredit Tetap Terjaga

Arif Wicaksono • 25 Februari 2026 04:13
Jakarta: Kinerja pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid di tengah persaingan industri multifinance yang semakin ketat. Perseroan mencatatkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun, meningkat 9,35% dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Pertumbuhan ini menjadi indikator bahwa strategi ekspansi selektif dan penguatan kanal digital yang dijalankan perseroan mulai memberikan hasil. WOM Finance tetap fokus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah potensial, sembari menjaga prinsip kehati-hatian.
 
Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, menegaskan bahwa pertumbuhan pembiayaan tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang disiplin. Sepanjang 2025, rasio NPF-Gross tercatat sebesar 2,17%, dengan NPF-Net di level 0,95%.

“Pengelolaan risiko yang disiplin serta penerapan strategi bisnis yang tepat menjadi faktor utama
dalam mendukung pertumbuhan Perusahaan. Capaian ini menjadi fondasi yang kuat untuk
melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya,” ujar Djaja. 
 
Dari sisi fundamental, total aset WOM Finance meningkat 6,08% menjadi Rp7,37 triliun. Sementara itu, total ekuitas tumbuh 4,81% menjadi Rp1,98 triliun. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp142,55 miliar, dengan Return on Assets (ROA) 2,41% dan Return on Equity (ROE) 7,45%.
 
Untuk mendukung ekspansi pembiayaan, WOM Finance juga memperkuat struktur pendanaan. Direktur Keuangan, Cincin Lisa Hadi, menyampaikan bahwa perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2025 senilai Rp1,50 triliun melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB). Selain itu, perusahaan memperoleh tambahan fasilitas pinjaman perbankan sebesar Rp1,65 triliun.
 
Ke depan, WOM Finance menargetkan pertumbuhan pembiayaan tetap terjaga dengan strategi yang adaptif terhadap dinamika pasar dan perubahan perilaku konsumen. Digitalisasi layanan, efisiensi biaya, serta penguatan jaringan bisnis akan menjadi pilar utama untuk mempertahankan momentum positif di industri pembiayaan nasional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan