PT Medco Energi Internasional Tbk mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025. Foto: MI.
PT Medco Energi Internasional Tbk mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025. Foto: MI.

MedcoEnergi Bukukan Laba AS$101 Juta di 2025, Produksi Migas Capai Target

Arif Wicaksono • 02 April 2026 10:21
Ringkasnya gini..
  • PT Medco Energi Internasional Tbk mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025.
  • Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, perseroan membukukan laba bersih sebesar AS$101 juta, turun dari AS$367 juta pada 2024.
Jakarta: PT Medco Energi Internasional Tbk mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025, meskipun laba bersih mengalami penurunan akibat tekanan harga komoditas dan faktor non-operasional.
 
Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, perseroan membukukan laba bersih sebesar AS$101 juta, turun dari AS$367 juta pada 2024. 
 
Penurunan ini terutama dipicu oleh kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, penurunan nilai aset non-kas, serta biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga.
 
Baca juga: MedcoEnergi Kendalikan Emisi Metana Lewat Teknologi Nitrogen Gas Blanketing di Corridor

Meski demikian, kinerja operasional tetap terjaga. EBITDA tercatat sebesar AS$1,264 miliar, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, di tengah penurunan harga minyak rata-rata sebesar 15% dari AS$78 per barel menjadi AS$67 per barel. Harga gas juga melemah dari AS$7,0 menjadi AS$6,8 per mmbtu.

CEO MedcoEnergi Roberto Lorato mengatakan perseroan tetap mampu mencatatkan kinerja yang kuat bagi perusahaan dan pemegang saham.
 
“Pada 2025 kami membukukan kinerja yang kuat bagi Perusahaan dan pemegang saham. Total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27%, dengan pengembalian sebesar AS$110 juta kepada pemegang saham seiring tercapainya target produksi Minyak & Gas sebesar 156 mboepd dan target penjualan listrik sebesar 4.371 GWh,” ujarnya.
 
Dari sisi operasional, produksi minyak dan gas meningkat menjadi 156 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), didorong oleh kontribusi Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, serta kinerja kuat di Oman Block 60. Perseroan bahkan menutup tahun dengan tingkat produksi di atas 170 mboepd.
 
Untuk mendukung pertumbuhan, MedcoEnergi mengalokasikan belanja modal sebesar AS$437 juta, dengan fokus pada pengembangan aset migas dan ketenagalistrikan. Biaya produksi migas tetap terkendali di level AS$8,6 per boe, sesuai dengan panduan perusahaan.
 
Di sisi neraca, utang konsolidasi meningkat menjadi AS$3,646 miliar, terutama untuk pembelian FPSO Marlin Natuna guna menjaga keberlanjutan produksi di Lapangan Forel, serta pembiayaan proyek energi terbarukan dan pembangkit listrik berbasis gas.
 
Meski demikian, rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk segmen migas masih berada pada level sehat, yakni 2,0 kali.
 
Likuiditas perseroan juga tetap kuat dengan posisi kas sebesar AS$633 juta. MedcoEnergi turut meningkatkan nilai dividen menjadi AS$80 juta atau sekitar Rp53,4 per saham, naik 19% dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Dari sisi ekspansi, perusahaan memperkuat portofolio di Sumatra dengan meningkatkan participating interest di PSC Corridor menjadi 70% serta di PT Transportasi Gas Indonesia menjadi 40%. Perseroan juga mengakuisisi 45% participating interest di PSC Sakakemang.
Selain itu, pada 31 Maret 2026, MedcoEnergi menandatangani PSC Cendramas yang menandai kembalinya perseroan ke Malaysia sebagai operator blok minyak lepas pantai.
 
Pada segmen ketenagalistrikan, penjualan listrik mencapai 4.371 GWh, dengan kontribusi energi terbarukan sebesar 25%. Belanja modal sebesar AS$35 juta digunakan untuk pengembangan proyek seperti Pembangkit Panas Bumi Ijen, PLTS Bali Timur, serta ekspansi Batam ELB.
 
Sementara itu, Amman Mineral Internasional mencatatkan produksi konsentrat sebesar 446.563 metrik ton kering, yang mengandung 208,9 juta pon tembaga dan 102,8 ribu ons emas.
Memasuki 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi minyak dan gas di kisaran 165–170 mboepd serta penjualan listrik sebesar 4.550 GWh. Perseroan juga menargetkan biaya produksi migas tetap di bawah AS$10 per boe.
 
Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro menyatakan optimisme terhadap prospek ke depan. Ia menegaskan, perseroan akan terus berfokus menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan serta mendorong pertumbuhan produksi dan penjualan listrik ke level yang lebih tinggi. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan