Fasilitas penyimpanan nitrogen gas  Medco di Suban, Blok Corridor, Sumatra Selatan.
Fasilitas penyimpanan nitrogen gas Medco di Suban, Blok Corridor, Sumatra Selatan.

MedcoEnergi Kendalikan Emisi Metana Lewat Teknologi Nitrogen Gas Blanketing di Corridor

Arif Wicaksono • 03 Februari 2026 15:04
Ringkasnya gini..
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menekan emisi di sektor hulu migas melalui penerapan teknologi nitrogen gas blanketing pada fasilitas penyimpanan di Suban, Blok Corridor, Sumatra Selatan.
  • Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan pelepasan gas dari tangki penyimpanan dengan menggantikan ruang uap menggunakan nitrogen.
Jakarta: Upaya menekan emisi di sektor hulu migas kini semakin bergeser ke pendekatan yang lebih presisi dan terukur. PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menekan emisi di sektor hulu migas melalui penerapan teknologi nitrogen gas blanketing pada fasilitas penyimpanan di Suban, Blok Corridor, Sumatra Selatan. 
 
Baca juga: Upaya MedcoEnergi Dukung Transisi Energi Baru Terbarukan

Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan pelepasan gas dari tangki penyimpanan dengan menggantikan ruang uap menggunakan nitrogen. Hasilnya, potensi penurunan emisi gas rumah kaca diperkirakan mencapai sekitar 1.100 ton setara karbon dioksida (tCO₂e) per tahun. Mayoritas penurunan tersebut berasal dari pengendalian emisi metana, salah satu gas dengan dampak pemanasan global paling tinggi.
 
Penerapan nitrogen gas blanketing tidak hanya berkontribusi pada target iklim perusahaan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasional fasilitas migas. Pendekatan ini mencerminkan upaya MedcoEnergi untuk mengintegrasikan pengelolaan emisi ke dalam praktik operasional sehari-hari, bukan sekadar sebagai proyek terpisah.
 
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan partisipasi MedcoEnergi dalam Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0, sebuah kerangka global yang menekankan pentingnya akurasi pengukuran, transparansi pelaporan, serta tata kelola emisi metana yang dapat dipertanggungjawabkan. Melalui keikutsertaan ini, MedcoEnergi menempatkan pengelolaan metana sebagai bagian dari standar operasional perusahaan yang setara dengan praktik industri energi global.

Direktur dan Chief Operating Officer MedcoEnergi, Ronald Gunawan, menegaskan bahwa pendekatan perusahaan tidak berhenti pada aspek teknis pengurangan emisi. 
 
 “Komitmen kami tidak berhenti pada penurunan emisi, tetapi juga pada bagaimana emisi tersebut diukur, dikelola, dan dilaporkan secara kredibel,” ujar Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi, Ronald Gunawan.
 
Menurut Ronald, inisiatif di tingkat lapangan memiliki peran penting dalam menjembatani target strategis perusahaan dengan dampak nyata di lingkungan. 
 
“Pengurangan emisi metana bukan sekadar soal kepatuhan atau teknologi, tetapi tentang bagaimana kami menjalankan operasi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tambah Ronald.
 
Hasil dari berbagai inisiatif tersebut membuat MedcoEnergi mampu melampaui target penurunan emisi yang ditetapkan untuk 2025 dan tetap berada pada jalur pencapaian target interim 2030. Ke depan, perusahaan berencana memperluas adopsi teknologi efisiensi energi dan rendah emisi sebagai bagian dari peta jalan menuju Net Zero Emission cakupan 1 dan 2 pada 2050 serta cakupan 3 pada 2060.
 
Melalui pendekatan yang menggabungkan inovasi teknologi, tata kelola emisi, dan disiplin operasional, MedcoEnergi menegaskan posisinya dalam transisi energi yang lebih bertanggung jawab, tanpa mengabaikan peran sektor migas dalam menjaga pasokan energi nasional. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan