Mata uang rupiah. Foto : MI.
Mata uang rupiah. Foto : MI.

The Fed Melunak, Rupiah Mendekati Level Rp15.500-an/USD

Arif Wicaksono • 01 Desember 2022 16:05
Jakarta: Mata uang rupiah menjauhi level Rp15.700 per USD dengan berusaha mendekati level Rp15.500 per USD. Mata uang rupiah menguat terhadap dolar AS ketika suku bunga The Fed berpotensi naik dengan rate yang terbatas.
 
baca juga: Booster Rupiah Pagi Ini: Federal Reserve Tahan Laju Penaikan Suku Bunga

Bloomberg mencatat mata uang rupiah menguat 169 bps atau 1,07 persen ke level Rp15.562 per USD. Yahoo Finance melansir mata uang rupiah melemah 1,8 persen atau 170 bps ke level Rp15.559 per USD.
 
Mata uang dolar AS jatuh terhadap sekeranjang mata uang lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS dapat mengurangi laju kenaikan suku bunga 'segera setelah Desember'. Kondisi ini membantu menempatkan indeks dolar di jalur untuk bulan terburuk sejak 2010.
 
"Kami berpikir memperlambat pada titik ini adalah cara yang baik untuk menyeimbangkan risiko," kata Powell di Brookings Institution, Washington, dikutip dari Antara, Kamis, 1 Desember 2022.
 
Analis pasar senior di Forex.com Joe Perry menilai pernyataan Powell untuk memberitahu pasar suku bunga akan melambat. "Saya pikir itu memberi izin bagi saham untuk lepas landas dan dolar AS berbalik lebih rendah," tuturnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Powell memperingatkan perang melawan inflasi masih jauh dari selesai dan pertanyaan kunci masih belum terjawab, termasuk seberapa tinggi suku bunga pada akhirnya perlu dinaikkan dan untuk berapa lama.
 
Pedagang berjangka dana Fed sekarang memperkirakan suku bunga fed fund mencapai puncaknya pada 4,95 persen pada Mei, dibandingkan dengan ekspektasi untuk puncak 5,06 persen pada Juni yang diperkirakan pagi ini.
 
Bank sentral AS (The Fed) diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan tambahan 50 basis poin ketika bertemu pada 13-14 Desember.
 
Indeks dolar telah turun dari level tertinggi 20 tahun di 114,78 pada 28 September karena investor melihat ke arah bank sentral AS mencapai suku bunga puncaknya awal tahun depan dengan tekanan inflasi diperkirakan akan mereda dan meningkatnya kekhawatiran tentang penurunan ekonomi.
 
 Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif