Ilustrasi. FOTO: dok MI
Ilustrasi. FOTO: dok MI

IHSG Sore Menghijau, 253 Saham Menguat

Angga Bratadharma • 24 November 2022 15:57
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis sore berakhir merekah sejalan dengan menguatnya bursa saham global. Sentimen positif mulai berdatangan yang salah satunya sikap The Fed yang menunjukkan memperlambat menaikkan suku bunga dalam mengendalikan inflasi Amerika Serikat (AS) yang panas.
 
IHSG Kamis, 24 November, perdagangan sore ditutup di level 7.080, menguat 0,37 persen atau setara 26 poin ketimbang pembukaan pada pagi tadi di 7.054. Volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 40 miliar lembar saham senilai Rp10 triliun. Sebanyak 253 saham menguat, sebanyak 270 saham tertekan, dan sebanyak 179 saham stagnan.
 
Sementara itu, indeks-indeks utama Wall Street mencatat kenaikan yang solid pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah risalah pertemuan November Federal Reserve menunjukkan kenaikan suku bunga dalam upaya mengendalikan inflasi mungkin akan segera melambat.
 

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 95,96 poin atau 0,28 persen menjadi 34.194,06. Indeks S&P 500 bertambah 23,68 poin atau 0,59 persen menjadi 4.027,26. Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 110,91 poin atau 0,99 persen menjadi 11.285,32.
Baca: Sri Mulyani: Pengelolaan Barang Milik Negara Terus Dikembangkan Demi Beri Nilai Tambah

Mayoritas dari pembuat kebijakan The Fed setuju untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, tulis risalah pertemuan mereka. "Apa yang perlu dilihat pasar ekuitas agar kekuatan baru-baru ini berlanjut adalah apa yang kami dapatkan dari risalah," kata Direktur Pelaksana Perdagangan Ekuitas Wedbush Securities Michael James.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak pertemuan terakhir The Fed pada 1-2 November, investor lebih optimistis tekanan harga mulai mereda, yang berarti kenaikan suku bunga yang lebih kecil dapat mengurangi inflasi.
 
Di sisi lain, sekumpulan data ekonomi AS yang telah dirilis menunjukan hasil yang beragam, yang menyebabkan penurunan pada imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Hal itu membantu mendorong saham-saham bergerak lebih tinggi.
 
Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik lebih besar dari yang diperkirakan minggu lalu dan aktivitas bisnis AS mengalami kontraksi selama lima bulan berturut-turut pada November. Sentimen konsumen tercatat lebih tinggi dan penjualan rumah naik di atas ekspektasi.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif