Ilustrasi. FOTO: MI/Agung Wibowo
Ilustrasi. FOTO: MI/Agung Wibowo

Penutupan Perdagangan: IHSG Merekah, 302 Saham Menghijau

Angga Bratadharma • 07 Juli 2022 15:53
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis terpantau di area hijau. Meski mampu menguat, namun indeks belum berhasil kembali ke level 7.000 di tengah gencarnya The Fed menaikkan suku bunga guna memerangi ledakan inflasi di Amerika Serikat (AS) dan perang Rusia-Ukraina yang belum kunjung usai.
 
IHSG Kamis, 7 Juli 2022, perdagangan sore berada di posisi 6.652, menguat 6,17 poin atau setara 0,09 persen ketimbang pembukaan pada pagi tadi di 6.634. Volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 17 miliar lembar saham senilai Rp9,4 triliun. Sebanyak 302 saham menguat, sebanyak 188 saham melemah, dan sebanyak 189 saham stagnan.
 
Sementara itu, Wall Street menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah bergerak maju dan mundur. Investor mencerna petunjuk baru tentang pendekatan bank sentral AS terhadap kebijakan suku bunga dan pertarungan melawan inflasi yang dirinci dalam risalah pertemuan Federal Reserve terbaru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 69,86 poin atau 0,23 persen, menjadi menetap di 31.037,68 poin. Indeks S&P 500 naik 13,69 poin atau 0,36 persen, menjadi berakhir di 3.845,08 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 39,61 poin atau 0,35 persen, menjadi ditutup di 11.361,85 poin.
Baca: G20 Rekomendasikan Ada Intervensi Teknologi di Sektor Pertanian

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor utilitas dan teknologi masing-masing terdongkrak 1,01 persen dan 0,88 persen, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor energi tergelincir 1,74 persen, menjadikannya kelompok berkinerja terburuk.
 
Setelah aksi jual brutal di pasar ekuitas global pada paruh pertama tahun ini, investor yang gelisah terus mencermati tindakan bank sentral saat mereka mencoba menilai dampak kenaikan suku bunga agresif terhadap pertumbuhan global.
 
Mereka mendapatkan poin data terbaru pada Rabu sore, ketika risalah pertemuan kebijakan 14-15 Juni merinci bagaimana bank sentral AS diminta untuk melakukan kenaikan suku bunga yang terlalu besar.
 
Risalah tersebut merupakan pernyataan ulang yang tegas dari niat The Fed untuk mengendalikan harga-harga guna mengatasi inflasi yang membandel dan kekhawatiran tentang hilangnya kepercayaan pada kekuatan bank sentral.
 
Kenaikan 0,75 persentase poin yang keluar dari pertemuan itu adalah yang pertama dari ukuran itu sejak 1994. Menurut risalah, para peserta menilai bahwa peningkatan 50 atau 75 basis poin kemungkinan akan sesuai pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif