Barang yang sebenarnya tidak mendesak bisa tetap dibeli karena pembayaran terasa lebih ringan ketika dibagi menjadi cicilan. Jika terus dilakukan, tagihan dapat menumpuk dan mengganggu anggaran untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah satu cara menghindarinya adalah menerapkan hidup minimalis secara finansial. Prinsipnya bukan sekadar mengurangi pengeluaran, melainkan menggunakan uang secara lebih sadar dan mengutamakan hal-hal yang benar-benar dibutuhkan.
Memahami Risiko Paylater dan Kebiasaan Konsumtif
Paylater memang menawarkan kemudahan, namun layanan ini memiliki risiko, mulai dari konsumsi berlebihan hingga denda keterlambatan dan gagal bayar.
Dalam modul edukasi keuangan digital, Bank Indonesia (BI) menjelaskan bahwa kemudahan transaksi BNPL dapat mendorong seseorang berbelanja secara berlebihan. Karena itu, pengguna perlu memahami biaya dan ketentuan layanan sebelum melakukan transaksi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengingatkan pentingnya menggunakan paylater secara bijak. Salah satunya dengan tidak menjadikan fasilitas tersebut sebagai alat belanja rutin, terutama untuk memenuhi keinginan yang tidak mendesak.
Di sinilah prinsip hidup minimalis dapat diterapkan. Sebelum membeli sesuatu, tanyakan kembali apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau hanya menarik karena diskon, tren, dan kemudahan cicilan.
Cara Menerapkan Hidup Minimalis agar Terhindar dari Utang
Langkah pertama adalah membuat anggaran bulanan. Catat pendapatan dan kebutuhan rutin, kemudian tentukan batas pengeluaran agar belanja tambahan tidak mengganggu keuangan utama.
Selanjutnya, batasi penggunaan paylater dan hindari memiliki terlalu banyak akun cicilan. Catat seluruh tagihan serta tanggal jatuh temponya agar kewajiban pembayaran tidak terlewat. Pastikan pula cicilan sesuai dengan kemampuan finansial.
Kebiasaan menunda pembelian juga penting, jangan langsung bertransaksi hanya karena ada promo atau barang yang sedang tren. Berikan waktu untuk mempertimbangkan apakah pembelian tersebut benar-benar diperlukan.
OJK turut menyarankan masyarakat untuk mengevaluasi transaksi, membayar tagihan tepat waktu, dan mengutamakan menabung sebelum berutang.
Hidup minimalis secara finansial bukan berarti tidak boleh berbelanja atau menikmati hasil kerja. Kuncinya adalah mengendalikan keinginan, menentukan prioritas, dan memastikan setiap pengeluaran tidak membebani kondisi keuangan di masa depan. (Wisa Irena Br Sitepu)