Dilansir dari laman cake.com pada Rabu, 9 September 2026, hal tersebut menjadi tantangan bagi 71,2 persen pengusaha, karena tahap awal memulai bisnis dengan tujuannya untuk membangun kekayaan atau memperoleh penghasilan yang sangat tinggi. Namun, untuk sampai ke tahap tersebut, pelaku usaha perlu lebih dulu membangun sistem yang mampu mencegah uang dan waktu terbuang percuma.
Sejumlah persoalan ternyata bisa muncul dari hal-hal yang terlihat sederhana, seperti menentukan harga, membuat faktur, mengelola proyek, hingga berkomunikasi dengan klien dan karyawan.
Jangan Asal Murah, Harga Harus Sesuai Nilai Pekerjaan
Menentukan harga menjadi salah satu keputusan paling krusial dalam bisnis kecil. Harga yang terlalu tinggi memang berisiko membuat calon pelanggan pergi, tetapi memasang tarif terlalu rendah juga bisa membuat pelaku usaha bekerja lebih banyak dengan keuntungan yang justru semakin tipis.Pengalaman tersebut dirasakan pemilik usaha kecil, Gerry Washack.
“Saya menetapkan harga berdasarkan apa yang saya pikir akan dibayar klien, bukan berdasarkan nilai waktu saya yang sebenarnya, dan hasilnya adalah bekerja lebih banyak jam dengan keuntungan yang lebih sedikit,” ujarnya
Karena itu, pelaku UMKM perlu mencatat waktu pengerjaan secara detail, termasuk jam kerja yang bisa ditagihkan maupun yang tidak, agar harga yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan beban pekerjaan.
Rapikan Faktur agar Uang Tidak Bocor Percuma
Setelah harga ditentukan, proses penagihan juga tidak kalah penting. Pembuatan faktur secara manual dapat menyita waktu, membutuhkan biaya tambahan, dan meningkatkan risiko kesalahan yang pada akhirnya bisa menghambat arus kas bisnis.Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah otomatisasi faktur dan pengelolaan keuangan. Dalam studi Institute of Financial Operations & Leadership pada 2025, sebanyak 61% pemimpin menyebut otomatisasi sebagai salah satu prioritas investasi mereka, menunjukkan bahwa penggunaan teknologi semakin dipandang sebagai cara untuk membuat proses keuangan lebih efisien.
Proyek yang Molor Bisa Ikut Menggerus Keuangan
Buat UMKM yang mengandalkan pengerjaan proyek, keterlambatan bukan cuma soal waktu. Setiap pekerjaan yang mundur dapat membuat pemasukan ikut tertunda, sementara berbagai biaya operasional tetap harus dibayar seperti biasa.“Setiap menit proyek Anda tertunda berarti Anda tidak menghasilkan apa pun.” ujar Wakil Presiden Pengembangan Bisnis US Professional Funding & US Medical, Chris Cornella.
Karena itu, persiapan sebelum proyek dimulai menjadi penting, termasuk membuat estimasi waktu dan biaya secara realistis agar pekerjaan tidak mudah melenceng dari rencana.
Komunikasi Buruk Bisa Membuat Uang Semakin Menjauh
Masalah terakhir yang sering dianggap sepele adalah komunikasi. Ketidakjelasan dengan klien atau karyawan dapat memicu perubahan lingkup pekerjaan, perselisihan, sampai keterlambatan pembayaran yang akhirnya ikut mengganggu kondisi keuangan bisnis.“Komunikasi yang buruk menyebabkan perluasan ruang lingkup proyek, perselisihan, dan keterlambatan penagihan. Akibatnya, uang tunai Anda semakin menjauh dari Anda,” ujar Wakil Presiden Pengembangan Bisnis US Professional Funding & US Medical, Chris Cornella.
Karena itu, pelaku UMKM perlu membangun komunikasi yang lugas, transparan, dan efisien sekaligus merapikan pencatatan waktu, manajemen proyek, serta sistem penagihan agar bisnis tidak kehilangan uang hanya karena persoalan operasional. (Wisa Irena Br Sitepu)