Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR

Kurs Rupiah Sore Parkir di Rp15.466/USD

Angga Bratadharma • 14 November 2022 16:34
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore terpantau masih di level Rp15.400. Sejauh ini belum ada sentimen positif signifikan yang membuat mata uang Garuda mampu keluar dari level tersebut meski mata uang Paman Sam tengah tertekan.
 
Mengutip data Yahoo Finance, Senin, 14 November 2022, nilai tukar rupiah pada perdagangan sore berada di posisi Rp15.466 per USD. Sedangkan menurut data Jisdor Bank Indonesia mata uang Garuda pada hari ini bertengger di level Rp15.499 per USD.
 
Pada akhir pekan lalu, dolar jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB). Investor menyukai mata uang berisiko, menyusul tanda-tanda inflasi AS mendingin yang mendorong kasus Federal Reserve untuk mengurangi kenaikan suku bunga yang besar dan kuat.
 
Pelemahan dolar pada Jumat, 11 November 2022 adalah perpanjangan dari langkah yang dimulai setelah data menunjukkan inflasi konsumen AS naik 7,7 persen (yoy) pada Oktober. Ini menjadi tingkat paling lambat sejak Januari dan di bawah perkiraan sebesar 8,0 persen.
Baca: Diwarnai Pandemi, B20 Berupaya Majukan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Terhadap sekeranjang mata uang, dolar turun sekitar 3,8 persen selama dua sesi, dengan laju persentase kerugian dua hari terbesar sejak Maret 2009. Reli panjang mata uang AS selama dua tahun terakhir telah menarik banyak pemburu dolar yang mengarah ke posisi sangat ramai dan data Kamis, 10 November 2022, membuat banyak dari mereka mencari jalan keluar cepat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini bukan hanya pengikut tren jangka pendek, para pemain momentum telah keluar dari posisinya, tetapi beberapa posisi jangka panjang struktural long (beli) dolar harus dibatalkan," kata Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex Marc Chandler.
 
Dolar merosot 1,7 persen terhadap yen Jepang pada 138,55 yen, sementara euro melonjak 1,46 persen terhadap unit AS menjadi 1,036 dolar. "Dolar adalah salah satu pasar yang ekstrem dalam penilaiannya yang berlebihan, ada peluang kuat kita telah melihat puncaknya," kata Kepala Pendapatan Tetap Global Janus Henderson Investors Jim Cielinski.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif