IHSG naik 0,94 persen dengan berada pada level 8349. Kenaikan IHSG ditopang dari indeks JII dan LQ45 yang masing-masing naik 1 persen dan 0,79 persen.
|
Baca juga: Pembukaan Perdagangan, IHSG Langsung Melemah
|
Saham-saham BBCA, BBRI, BMRI, ASII, TLKM, ANTM dan UNVR naik pada pembukaan perdagangan hari ini.
Adapun sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, dari dalam negeri, IHSG dalam sepekan bergerak terbatas 0,72%. Investor asing inflow Rp2,07 triliun di seluruh pasar.
Sektor transportasi naik 4,12%) dan material dasar naik 3,22%) mengungguli indeks sektoral dalam sepakan. Meskipun IHSG terapresiasi, performanya di ASEAN menempati posisi yang terlemah dalam sepekan.
Sementara itu kondisi rupiah JISDOR tertekan ke Rp16.885/USD menjadi sentimen negatif di tengah menguatnya mata uang asing lainnya terhadap Dolar AS.
Hari ini pasar menantikan data jumlah uang beredar (M2) yang berpotensi naik senada dengan pertumbuhan kredit.
Wall Street Menguat
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada akhir pekan setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif impor yang sebelumnya diberlakukan Presiden Donald Trump.Indeks Dow Jones Industrial Average naik 230,81 poin atau 0,47% ke level 49.625,97. Sementara S&P 500 menguat 47,62 poin atau 0,69% ke posisi 6.909,51.
Putusan Mahkamah Agung diambil melalui voting 6 banding 3. Hakim menilai kebijakan tarif impor sepihak yang menggunakan dasar hukum International Emergency Economic Power Act (IEEPA) tidak sah dan batal demi hukum.
Meski demikian, Presiden Trump langsung merespons dengan kebijakan baru. Pemerintah AS akan tetap memberlakukan tarif impor sebesar 10% terhadap seluruh mitra dagang, kali ini menggunakan dasar hukum Trade Act of 1974 Pasal 122.
Berdasarkan aturan tersebut, tarif maksimal yang dapat dikenakan adalah 15% dan hanya berlaku selama 150 hari. Jika ingin diperpanjang, kebijakan tersebut harus mendapat persetujuan Kongres.
Sentimen positif dari keputusan Mahkamah Agung turut mengangkat saham sejumlah emiten ritel dan konsumer yang sebelumnya diuntungkan oleh kebijakan tarif. Saham Amazon naik 2,56%, Home Depot menguat 0,97%, dan Five Below bertambah 1,91%.
Di sisi lain, indeks volatilitas CBOE Volatility Index (VIX) turun 5,64% ke level 19,09, mencerminkan meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.
Dari pasar komoditas, harga emas melonjak 2,23%, sementara perak naik signifikan 7,82%. Minyak mentah relatif stagnan dengan penurunan tipis 0,06%. Pasar Asia bergerak variatif. Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,56%, sedangkan Nikkei Jepang melemah 1,12%.
Untuk Indonesia, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun berada di level 6,46%. Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun turun 1,29% ke 80,91, menandakan persepsi risiko yang relatif stabil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News