IHSG melemah. Foto: MI.
IHSG melemah. Foto: MI.

Pembukaan Perdagangan, IHSG Langsung Melemah

Arif Wicaksono • 20 Februari 2026 09:29
Ringkasnya gini..
  • IHSG melemah 0,11 persen dengan berada pada level 8268 pembukaan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026.
  • Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 20 Februari 2026 waktu setempat.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada pembukaan perdagangan hari ini.
 
IHSG melemah 0,11 persen dengan berada pada level 8268 pembukaan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026. 
 
Indeks unggulan LQ45 melemah 0,06 persen dengan berada pada level 834. Kemudian indeks unggulan JII melemah 0,67 persen dengan berada pada level 562. 

Saham yang menahan penurunan IHSG seperti SMGR, MEDC, UNTR, AMRT, MDKA, dan BBRI. Sementara itu saham JPFA, BRPT, MBMA turun. 
 

Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah 0,43 persen ke level 8.274,08. Indeks LQ45 turun 0,51 persen dan IDX30 terkoreksi 0,34 persen.
 
Tekanan terbesar terjadi pada sektor keuangan dan perbankan. Indeks IDX Finance turun 1,03 persen, sementara IDX Banking melemah 1,74 persen. Sektor teknologi juga terkoreksi 1,16 persen.
 
Namun, sejumlah sektor masih mencatatkan penguatan. IDX Basic Materials melonjak 2,85 persen dan IDX Transportation naik 1,92 persen. Sektor energi turut menguat 0,82 persen seiring kenaikan harga minyak dunia.
 
Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp16.894 per dolar AS, relatif stabil dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kurs Jisdor berada di Rp16.925 per dolar AS.
 
Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun turun ke 6,41 persen. Sementara itu, premi risiko Indonesia yang tercermin dari CDS 5 tahun berada di 81,75 basis poin, menunjukkan persepsi risiko yang masih terkendali.
 
Secara keseluruhan, pasar global masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan investor menimbang risiko geopolitik, arah suku bunga, serta dinamika likuiditas di sektor keuangan.

Wall Street Melemah 

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 20 Februari 2026 waktu setempat. Tekanan datang dari kekhawatiran terhadap sektor private credit serta meningkatnya tensi geopolitik antara AS dan Iran.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 267,5 poin atau 0,54 persen ke level 49.395. Indeks S&P 500 terkoreksi 19,4 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.862, membuat kinerjanya nyaris stagnan sejak awal tahun. Sementara itu, Nasdaq Composite melemah 0,31 persen ke 22.683.
 
Pelaku pasar terlihat mengurangi eksposur di sektor keuangan di tengah meningkatnya kehati-hatian terhadap risiko kredit swasta (private credit) yang dinilai berpotensi memicu tekanan likuiditas jika kondisi ekonomi memburuk. Di sisi lain, dinamika hubungan AS–Iran kembali menjadi perhatian investor global.

Bursa Eropa Ikut Tertekan

Sentimen negatif juga menjalar ke kawasan Eropa. Indeks FTSE 100 Inggris turun 0,55 persen ke 10.627. DAX Jerman melemah 0,93 persen ke 25.044, sementara CAC 40 Prancis terkoreksi 0,36 persen ke 8.399.
 
Berbeda dengan Eropa, bursa Asia cenderung bervariasi. Nikkei 225 Jepang menguat 0,57 persen ke 57.467. Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite ditutup relatif datar.
 
Harga minyak mentah menguat di tengah ketegangan geopolitik. Minyak WTI naik 2,14 persen ke USD66,43 per barel, sedangkan Brent menguat 1,98 persen ke USD71,57 per barel.
 
Harga emas juga bergerak naik. Emas Comex bertambah 0,33 persen ke USD5.017,20, sementara harga spot (XAU/USD) naik 0,28 persen ke USD4.994,43.
 
Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury cenderung turun tipis. Yield tenor 10 tahun berada di kisaran 4,07 persen, sementara tenor 2 tahun stabil di 3,46 persen. Indeks dolar AS menguat tipis 0,23 persen ke 97,92.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan