Pada pembukaan perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, IHSG naik 0,59 persen dengan berada pada level 8360.
Indeks saham unggulan seperti LQ45 dan JII naik pada hari ini. Saham MBMA, MEDC, MDKA, NCKL, EMTK dan SCMA, serta INCO menduduki jajaran top gainers pada hari ini.
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menuturkan sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, dari dalam negeri, IHSG positif di awal perdagangan pekan ini dengan inflow Rp1,44 triliun di seluruh pasar ekuitas kemarin.
Saham Blue Chip dan konglomerasi menopang IHSG. Indeks LQ45 +1,07% dan dan IDX 30 +1,42% (18/2/2026).
Di pasar reguler, investor asing akumulasi saham Big Banks BMRI (Rp664 miliar) dan BBRI (Rp164 miliar) menjelang RUPST dan pengumuman dividen.
Dari makro, Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada 4Q25 sebesar USD 431,7 miliar (29,9% dari PDB), dibandingkan dari 3Q25 sebesar USD 427,6 miliar (29,5% dari PDB). ULN tetap sehat karena struktur utang jangka panjang mendominasi dan dikelola dengan prudent.
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.884 per dolar AS berdasarkan Jisdor, melemah sekitar 0,24 persen. Indeks dolar AS naik 0,22 persen ke 97,13.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor dua tahun naik ke 3,466 persen dan tenor 10 tahun ke 4,084 persen, mencerminkan ekspektasi suku bunga yang masih relatif tinggi. Sebaliknya, yield obligasi Indonesia tenor 10 tahun turun tipis ke 6,3911 persen.
Credit default swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun naik ke 82,41 basis poin, mengindikasikan peningkatan persepsi risiko meski masih dalam rentang terkendali.
Wall Street Menguat
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Rabu, 19 Februari 2026 waktu setempat, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar mencermati risalah rapat terbaru bank sentral AS.Indeks S&P 500 naik 38,1 poin atau 0,56 persen ke level 6.881, ditopang penguatan saham-saham teknologi, termasuk Nvidia. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 129,5 poin atau 0,26 persen ke 49.663 dan Nasdaq Composite melesat 175,3 poin atau 0,78 persen ke 22.754.
Kenaikan ini terjadi meski arah kebijakan suku bunga The Fed masih dibayangi ketidakpastian. Pelaku pasar menimbang sinyal lanjutan terkait inflasi dan waktu pemangkasan suku bunga acuan.
Sentimen positif juga menjalar ke bursa Eropa. Indeks FTSE 100 di London naik 1,23 persen ke 10.686, DAX Jerman menguat 1,12 persen ke 24.278, dan CAC 40 Prancis bertambah 0,81 persen ke 8.429.
Dari Asia, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,02 persen ke 57.144. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite ditutup relatif stagnan.
Minyak dan Emas Kompak Menguat
Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 3 persen. Minyak WTI ditutup di USD65,04 per barel, sementara Brent di USD70,18 per barel.Harga emas juga menguat signifikan. Emas Comex naik 2,06 persen ke USD5.000,60, sedangkan emas spot berada di USD4.980,32 per troy ounce.
Di pasar logam, nikel melonjak 3,61 persen dan perak melesat 4,96 persen. Tembaga naik 1,72 persen, sementara bijih besi relatif tidak berubah.
Secara keseluruhan, pergerakan pasar menunjukkan sentimen risk-on yang masih bertahan, didorong saham teknologi dan penguatan harga komoditas, meski pelaku pasar tetap mencermati arah kebijakan moneter global dalam beberapa bulan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News