Ilustrasi pergerakan IHSG menguat. Foto: MI
Ilustrasi pergerakan IHSG menguat. Foto: MI

IHSG Rebound, Peluang Naik Masih Terbuka?

Annisa ayu artanti • 31 Maret 2026 09:16
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka menguat ke level 7.122.
  • Rebound dari support 7.000, sinyal stabilisasi.
  • Potensi naik ke 7.300, tapi waspadai sentimen global.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan dengan penguatan. Pada pembukaan Selasa pagi, indeks naik 31,32 poin atau 0,44 persen ke level 7.122,99.
 
Sejalan dengan itu, indeks LQ45 juga mencatat kenaikan 3,16 poin atau 0,44 persen ke posisi 720,65, menandakan sentimen positif di awal perdagangan.

IHSG sempat melemah dan asing catat net sell

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis di level 7.091 atau turun 0,08 persen. 
 
Tekanan pasar tercermin dari aksi jual bersih (net foreign sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp678 miliar di pasar reguler.

"Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global, khususnya ketegangan geopolitik Iran–AS yang mendorong kenaikan harga komoditas energi seperti minyak dan batubara, sehingga sektor energi menjadi penopang indeks," jelas BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa, 31 Maret 2026.
 
Baca juga: Pasar Saham Lesu di Pembukaan, Bank Besar Jadi Beban IHSG

Secara teknikal, IHSG mulai stabil

Dari sisi teknikal, IHSG menunjukkan sinyal pemulihan setelah berhasil rebound dari area support kuat di kisaran 6.950-7.000.
 
Pergerakan ini mengindikasikan terbentuknya pola double bottom sekaligus awal fase stabilisasi jangka pendek. 
 
Selain itu menurut BRI Danareksa Sekuritas, kemampuan indeks bertahan di atas level psikologis 7.000 menjadi indikator penting bagi arah pergerakan selanjutnya.

Peluang IHSG menguat masih ada

Dalam jangka pendek, peluang penguatan IHSG masih terbuka selama mampu bertahan di atas level 7.000.
 
Adapun target resistance berada di kisaran 7.150 hingga 7.300. Jika mampu menembus level tersebut, potensi kenaikan lanjutan bisa semakin terbuka.
 
Namun, pasar masih akan mencermati perkembangan konflik Iran yang telah memasuki minggu kelima, termasuk keterlibatan Houthi dan tambahan pasukan AS, serta rilis data domestik seperti inflasi dan neraca perdagangan. 
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan