Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena (kanan). Foto: dok OJK.
Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena (kanan). Foto: dok OJK.

OJK Dorong Penguatan Pertahanan 3 Lapis di Industri Jasa Keuangan

Husen Miftahudin • 25 September 2022 17:00
Bali: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan pertahanan tiga lapis (three lines model) dalam rangka mewujudkan industri jasa keuangan yang sehat, tumbuh berkelanjutan, serta mengutamakan perlindungan konsumen.
 
"Sejauh ini kondisi sektor jasa keuangan dalam kondisi baik, walaupun kita melihat adanya kondisi geopolitik serta naiknya harga komoditas. Kinerja sektor jasa keuangan yang baik tersebut harus didukung dengan tata kelola yang baik," kata Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena dalam keterangan tertulis, Minggu, 25 September 2022.
 
Sophia menjelaskan penguatan pertahanan tiga lapis meliputi penguatan tata kelola industri jasa keuangan sebagai lini pertama. Kemudian peranan pengawasan lembaga dan profesi penunjang (akuntan publik/kantor akuntan publik, aktuaris, penilai konsultan hukum, dan lain-lain) sebagai lini kedua dan peranan OJK sebagai lini ketiga.
 
Pertama, penguatan tata kelola industri jasa keuangan dengan cara antara lain memperjelas peran dan tanggung jawab penyusun laporan keuangan, salah satunya mewajibkan penyusun laporan keuangan memiliki sertifikasi Chartered Accountant (CA) dan mewajibkan adanya profesi aktuaris di perusahaan.
 
Diantaranya, jelas Sophia, dengan meningkatkan kualitas SDM sektor jasa keuangan antara lain bidang IT, audit, dan akuntansi, khususnya terkait pemanfaatan dan analisis data. Selanjutnya dengan menerapkan transparansi yang menyeluruh atas produk yang ditawarkan kepada konsumen.
 
Baca juga: Biar Makin 'Melek', BI-OJK Bersinergi Dukung Pengelolaan Keuangan UMKM

 
Kedua, penguatan lembaga dan profesi penunjang antara lain dengan melakukan enforcement lembaga dan profesi penunjang untuk memperkuat tata kelola;
meningkatkan koordinasi dan reviu mutu lembaga dan profesi penunjang dalam menjalankan proses pengawasan atas Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK).
 
Selanjutnya yang ketiga, penguatan peran OJK antara lain melalui penerapan mekanisme enforcement yang tegas atas pelanggaran yang dilakukan menggunakan berbagai prinsip hukum; serta memperkuat koordinasi antara OJK dan Lembaga terkait (Bank Indonesia, Kemenkeu, Polri, Kejaksaan, Asosiasi).
 
"Dengan penguatan pada tiga lapis pertahanan serta penegakan hukum tersebut diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pemulihan ekonomi nasional dengan tetap mengutamakan aspek perlindungan terhadap masyarakat sebagai konsumen," pungkas Sophia.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif