Ramayana. Foto : MI.
Ramayana. Foto : MI.

Saham Ramayana Sempat Tergerus Usai Ada PHK

Ekonomi Virus Korona phk ramayana
Annisa ayu artanti • 09 April 2020 09:25
Jakarta: Saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk bergerak di zona merah usai merebaknya berita mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di salah satu gerai di Depok.
 
Mengutip data RTI, pada Rabu, 8 April 2020 saham emiten berkode RALS ini merosot 6,35 persen atau 40 poin dari harga pembukaan Rp630 per saham menjadi Rp590 per saham. Padahal pada perdagangan-perdagangan sebelumnya bergerak di zona hijau.
 
Namun demikian, pada perdagangan Kamis, 9 April 2020, saham perseroan kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Saham RALS bergerak naik lima poin atau setara 0,85 persen ke posisi Rp595 per saham.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Drama PHK karyawan Ramayana tersebut sempat didokumentasikan oleh akun TikTok @ninspy dalam video berdurasi 58 detik menggambarkan suasana sedih para karyawan Ramayana Depok yang di PHK.
 
Para karyawan menangis dan saling berpelukan usai mendengar kabar PHK tersebut. Bahkan ada seorang yang mengatakan tidak percaya dan masih menganggap keputusan ini bercanda.
 
Baca:Pasar Swalayan di Depok PHK Puluhan Karyawan
 
Sebelumnya Kepala Store Manager Ramayana Kota Depok Nukmal Amdar mengatakan, sejak Senin 6 April usaha ditutup dan tidak ada lagi kegiatan operasional. Sebanyak 87 karyawan di-PHK dan masih menunggu proses.
 
Nukmal juga tak menampik, omzet penjualan perusahaan menurun drastis imbas dari covid-19. Di sisi lain, gaji karyawan sangat bergantung pada hasil penjualan. Jadi mau tidak mau, perusahaan terpaksa merumahkan karyawannya.
 
"Jadi karena virus ini kita sudah tidak ada harapan lagi. Kemungkinan, manajemen sudah memikirkan masak-masak masalah ini (PHK) karena sudah tidak mampu lagi menutup biaya," jelasnya.
 
Sejumlah analis dan peritel memang sudah memprediksi bahwa industri ritel akan sangat rentan terhadap penyebaran covid-19. Bahkan, CEO Matahari PT Matahari Department Store Tbk Terry O’Connor sudah memotong gaji karyawan dan menerapkan cuti tidak berbayar seiring dengan kebijakan perusahaan yang menutup sementara seluruh gerai secara nasional selama 14 hari sejak 30 Maret 2020 hingga 13 April 2020 karena virus korona. Hal tersebut dilakukan perusahaan guna menurunkan beban usaha yang dinilai tidak esensial.
 
"Kondisi ritel menurun dengan tajam di Maret dan meskipun Januari dan Februari memenuhi ekspektasi, saat ini kami beroperasi di kondisi yang sangat tidak pasti," kata Terry.
 
Hingga berita ini diturunkan pihak manajemen Ramayana dari pusat belum ada yang mengonfirmasi perihal itu. Padahal tim Medcom.id sudah berusaha menghubunginya.
 
Mengutip keterbukaan informasi BEI, pihak Ramayana memperlihatkan keuangan perusahaan yang masih sehat di tengah pandemi ini. Pada 16 Maret 2020 perusahaan mengumumkan aksi pembelian kembali atau buyback saham sebanyak Rp250 miliar pada periode 17 Maret hingga 16 Juni 2020.
 
Dalam keterangan tertulis perusahaan yang ditandatangani Direktur Suryanto, manajemen mengatakan aksi buyback saham tidak akan menurunkan pendapatan dan aksi ini tidak menganggu pos biaya perseroan.
 
"Perseroan memperkirakan tidak ada dampak menurunnya pendapatan akibat dari pelaksanan pembelian kembali saham, sedangkan dampak pembelian saham atas biaya pembiayaan perseroan akan sangat kecil sekali,” kata manajemen.
 
Sementara itu hingga kini perusahaan belum melaporkan laporan keuangan tahunan periode 2019. Masih berdasarkan keterbukaan informasi BEI, laporan keuangan yang terakhir dipublikasikan yakni laporan keuangan per 30 September 2019.
 
Pada laporan keuangan tersebut, Ramayana memang memiliki beban yang cukup besar pada pos gaji dan tunjangan lainnya yakni sebesar Rp535,12 miliar. Angka tersebut mendominasi pos beban perusahaan meskipun pada periode itu, perusahaan memperoleh laba Rp612,42 miliar atau naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp527 miliar.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif