Mata uang rupiah. Foto : AFP.
Mata uang rupiah. Foto : AFP.

Sentimen Domestik Belum Ampuh Dorong Rupiah Menang Lawan Dolar AS

Arif Wicaksono • 20 Juni 2024 19:01
Jakarta: Mata uang rupiah kalah melawan penguatan mata uang paman sam. Rupiah melemah setelah laju dolar AS tak mampu dihentikan oleh maraknya sentimen domestik.
 
baca juga: Baru Menguat Sedikit Kemarin, Rupiah Sudah Ambruk Lagi Pagi Ini

Kurs Jisdor mencatat mata uang rupiah melemah ke Rp16.420 per USD pada penutupan perdagangan Kamis, 20 Juni 2024, dari posisi sebelumnya dari posisi Rp16.368 per USD.
 
Rupiah melemah setelah Imbal hasil obligasi Treasury AS naik pada hari Kamis karena investor menantikan data pengajuan awal tunjangan pengangguran dan perumahan baru.
 
Imbal hasil Treasury 10-tahun sekitar 4 basis poin lebih tinggi menjadi 4,254 persen. Suku bunga 2 tahun juga naik sekitar empat basis poin menjadi 4,741 persen. Hasil panen dan harga bergerak berlawanan arah. Satu basis poin setara dengan 0,01 persen.

Sementara dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2024 kembali mencetak surplus USD2,93 miliar, atau naik USD0,21 miliar secara bulanan.
 
Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan RI mencapai USD13,06 miliar, tercatat surplus selama 49 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus pada Mei 2024 ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan bulan yg sama tahun lalu.

BI rate tetap

Bank Indonesia memutuskan untuk menahan BI-Rate tetap pada level 6,25 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung hari ini. Sementara untuk suku bunga Deposit Facility sebesar 5,50 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 7,00 persen.
 
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, keputusan itu konsisten dengan kebijakan moneter pro-stability sebagai langkah preemptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen pada 2024 dan 2025.
 
"Kebijakan ini didukung dengan penguatan operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar rupiah dan masuknya aliran modal asing," jelas dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan