Hadapi tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global, perencanaan keuangan tetap menjadi kunci agar liburan tidak mengganggu stabilitas finansial jangka panjang.
Hadapi tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global, perencanaan keuangan tetap menjadi kunci agar liburan tidak mengganggu stabilitas finansial jangka panjang.

Tips Liburan Cerdas dan Hemat di Musim Cuti Bersama Melimpah

Arif Wicaksono • 26 Januari 2026 10:59
Jakarta: Jumlah hari libur nasional dan cuti bersama yang mencapai 25 hari sepanjang 2026 membuka peluang bagi masyarakat untuk merencanakan liburan lebih sering dan lebih panjang. 
 
Namun, di tengah tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global, perencanaan keuangan tetap menjadi kunci agar liburan tidak mengganggu stabilitas finansial jangka panjang.
 
Baca juga: Bisa Menabung dan Investasi, Begini Cara Mengelola Gaji UMR

Direktur International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia, Lanny Hendra, mengatakan strategi keuangan liburan yang cerdas seharusnya tidak sekadar berorientasi pada penghematan biaya, tetapi juga pada menjaga likuiditas sambil memaksimalkan kualitas pengalaman.
 
Sebagai mitra pengelolaan kekayaan, HSBC Indonesia merekomendasikan sejumlah strategi agar liburan tetap nyaman sekaligus finansial tetap sehat.

1. Tentukan anggaran liburan tahunan

Langkah pertama adalah menetapkan bujet liburan untuk satu tahun penuh, bukan per perjalanan. Anggaran ini sebaiknya disusun berdasarkan rencana destinasi, baik domestik maupun internasional, serta mempertimbangkan mata uang yang digunakan.

HSBC menyarankan anggaran tersebut dibagi menjadi dua pos: liburan utama (misalnya perjalanan jarak jauh atau liburan keluarga besar) dan liburan singkat (short getaway). 
Pembagian ini memudahkan alokasi dana, membantu menjaga disiplin pengeluaran, serta mencegah pemborosan di satu perjalanan yang berdampak pada rencana liburan lain.

2. Pesan tiket lebih awal untuk manfaatkan “golden hour”

Untuk perjalanan jarak jauh, pemesanan tiket lebih awal dinilai krusial. Periode yang sering disebut sebagai “golden hour”, yakni jauh sebelum musim liburan dimulai, umumnya menawarkan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan pembelian mendekati hari keberangkatan.

3. Kelola arus kas dengan strategi pembayaran

HSBC juga menekankan pentingnya pengelolaan arus kas selama liburan. Salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas cicilan 0% atau pembayaran bertahap, khususnya untuk pengeluaran besar seperti tiket pesawat atau paket wisata. Dengan strategi ini, beban keuangan tidak terkonsentrasi pada satu waktu, melainkan disesuaikan dengan jadwal perjalanan dan kemampuan kas bulanan. 

4. Pisahkan dana darurat dan investasi

Prinsip penting lain yang ditekankan HSBC adalah memastikan dana darurat tetap utuh. Dana ini sebaiknya tidak digunakan untuk membiayai liburan, apa pun kondisinya.
 
Sumber pendanaan liburan juga tidak boleh mengganggu alokasi rutin untuk investasi jangka panjang, seperti tabungan pensiun atau portofolio aset.

5. Maksimalkan point rewards dan miles

Pemanfaatan point rewards, miles penerbangan, dan promo kartu kredit juga menjadi strategi efektif untuk menekan biaya. Nasabah disarankan secara aktif memeriksa promo eksklusif dari bank, maskapai, maupun platform perjalanan.
 
Penukaran miles, misalnya, dapat memberikan akses ke layanan premium seperti upgrade kursi atau lounge bandara dengan biaya yang jauh lebih hemat dibandingkan pembelian tunai. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan