Ilustrasi gaji. Foto: Metrotvnews.com/Husen M
Ilustrasi gaji. Foto: Metrotvnews.com/Husen M

Bisa Menabung dan Investasi, Begini Cara Mengelola Gaji UMR

Annisa ayu artanti • 20 Januari 2026 19:24
Jakarta: Bagi banyak pekerja, gaji UMR sering kali terasa habis hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok bulanan. Di tengah kenaikan harga kebutuhan hidup, rencana berinvestasi kerap dianggap sebagai hal yang sulit diwujudkan.
 
Padahal, dengan pengelolaan keuangan yang tepat dan strategi yang realistis, investasi tetap bisa dilakukan meski bergaji UMR. Kuncinya ada pada disiplin mengatur keuangan, menentukan prioritas, serta memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan.

Investasi dengan gaji UMR tetap realistis

Investasi tidak selalu membutuhkan modal besar. Justru bagi penerima gaji UMR, investasi menjadi langkah penting untuk menjaga kestabilan keuangan dan mempersiapkan kebutuhan jangka panjang. Berikut beberapa tips investasi gaji UMR yang bisa diterapkan secara bertahap seperti yang telah dirangkum dari laman Sahabat Pegadaian.
 
Baca juga: Daftar Lengkap UMP 2026 di 36 Provinsi, DKI Jakarta Masih Tertinggi

1. Tentukan tujuan investasi sejak awal
Langkah pertama sebelum mulai berinvestasi adalah menetapkan tujuan keuangan yang jelas. Tujuan ini bisa berupa dana darurat, biaya pendidikan, rencana membeli rumah, atau persiapan pensiun.
 
Dengan tujuan yang spesifik, kamu dapat menentukan jangka waktu investasi serta besaran dana yang perlu disisihkan dari gaji UMR setiap bulan. Tujuan yang jelas juga membantu menjaga konsistensi agar dana investasi tidak terpakai untuk kebutuhan lain.

2. Susun anggaran bulanan secara disiplin
Tanpa anggaran yang rapi, investasi akan sulit dijalankan. Oleh karena itu, susun anggaran bulanan dengan membagi gaji ke dalam beberapa pos utama, seperti kebutuhan pokok, tabungan, dan investasi.


Sebagai gambaran, alokasi investasi dari gaji UMR bisa dimulai dari kisaran 10–20 persen, disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing. Dengan anggaran yang terstruktur, investasi tetap bisa berjalan tanpa mengganggu kebutuhan utama.

3. Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran
Mengetahui kondisi keuangan secara menyeluruh sangat penting sebelum berinvestasi. Catat semua sumber pemasukan, baik gaji pokok maupun penghasilan tambahan.
 
Selanjutnya, identifikasi pengeluaran rutin dan pengeluaran tidak tetap. Dari selisih pemasukan dan pengeluaran tersebut, kamu bisa menentukan porsi dana yang realistis untuk dialokasikan ke investasi gaji UMR.
 
4. Terapkan gaya hidup hemat dan terkontrol
Pengeluaran impulsif sering menjadi penghambat utama investasi. Karena itu, biasakan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
 
Menunda pembelian yang tidak mendesak dapat membuka ruang lebih besar untuk menabung dan berinvestasi. Semakin efisien pengeluaran, semakin besar pula peluang membangun investasi meski dengan gaji UMR.
 
5. Pilih instrumen investasi sesuai kemampuan
Pemilihan instrumen investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan. Bagi pemula dengan gaji UMR, instrumen berisiko rendah bisa menjadi pilihan awal yang lebih aman.
 
Untuk tujuan jangka panjang, instrumen yang memiliki potensi pertumbuhan nilai, seperti emas, patut dipertimbangkan. Saat ini, investasi emas dapat dilakukan secara bertahap dengan nominal kecil, bahkan mulai dari Rp10 ribuan.
 
Skema ini membuat investasi emas lebih inklusif bagi penerima gaji UMR tanpa harus menunggu dana besar terkumpul. Dengan konsistensi dan pemilihan instrumen yang tepat, investasi tetap bisa berjalan stabil.
 
Dengan pengelolaan yang disiplin dan strategi yang tepat, gaji UMR tetap bisa menjadi fondasi untuk membangun kestabilan dan pertumbuhan keuangan. Investasi tidak harus besar di awal, yang terpenting adalah konsistensi dan perencanaan jangka panjang.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan