Mengacu data RTI, Rabu, 15 Juli 2026, IHSG dibuka menguat di level 6.089,03. Namun hingga pukul 09.12 WIB, indeks terkoreksi 0,27 persen ke posisi 6.023,11.
Meski mengalami pelemahan, IHSG masih bertahan di atas level psikologis 6.000 yang dinilai menjadi area penting bagi pergerakan indeks dalam jangka pendek.
Aktivitas perdagangan masih ramai
Pada perdagangan pagi, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau cukup aktif. Tercatat volume perdagangan mencapai 3,12 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,68 triliun.| Baca juga: IHSG Menguat Pagi Ini, Investor Pantau Data Inflasi AS |
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 271 saham menguat, 207 saham melemah, sementara 229 saham bergerak stagnan.
Data tersebut menunjukkan pasar masih bergerak dinamis meski investor mulai melakukan aksi ambil untung setelah reli yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.
Profit taking masih membayangi IHSG
IHSG ditutup relatif stagnan setelah reli 1,92 persen pada perdagangan sebelumnya. Aksi profit taking pada saham perbankan membatasi penguatan, meski masih ditopang saham komoditas dan konglomerasi.Dari domestik, sentimen tetap positif setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di BBB dengan outlook Stable, yang menjaga kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi.
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menyatakan, pasar hari ini akan mencermati perkembangan konflik AS-Iran serta respons pasar terhadap inflasi AS Juni yang melandai menjadi 3,5 persen YoY, lebih rendah dari ekspektasi 3,8 persen.
"Data tersebut meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan The Fed sehingga berpotensi mendukung aset berisiko, memperkuat rupiah, dan mendorong aliran dana ke pasar negara berkembang," jelas tim riset.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dengan support psikologis 6.000 dan resistance 6.100-6.130.
"Bertahannya IHSG di atas level 6.000 menjadi sinyal positif untuk melanjutkan momentum penguatan," ucapnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda