Ilustrasi. FOTO: AFP/Bay Ismoyo
Ilustrasi. FOTO: AFP/Bay Ismoyo

Sesuai Prediksi! IHSG Pagi Merekah, Saatnya Investor Tersenyum di Akhir Pekan

Angga Bratadharma • 13 Januari 2023 09:43
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau dibuka menghijau, sejalan dengan sentimen dari pasar saham regional dan global. Meski indeks acuan saham Indonesia bergerak cerah, namun para investor diimbau berhati-hati agar tidak mengalami kerugian.
 
IHSG Jumat, 13 Januari, 2023, dibuka merekah dengan level tertinggi di 6.658 dan terendah di 6.625. Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 2,2 miliar lembar saham senilai Rp1,1 triliun. Sebanyak 238 saham menguat, sebanyak 182 saham tertekan, dan sebanyak 181 saham stagnan.
 
Di sisi lain, bursa saham Wall Street bergerak naik pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB), karena investor menyambut tanda-tanda pendinginan inflasi AS. Kondisi itu dinilai memberi dorongan untuk The Fed tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga acuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 216,96 poin atau 0,64 persen menjadi 34.189,97. Sedangkan indeks S&P 500 bertambah sebanyak 13,56 poin atau 0,34 persen menjadi 3.983,17. Kemudian indeks Komposit Nasdaq meningkat 69,43 poin atau 0,64 persen menjadi 11.001,10.
Baca: Perpu Ciptaker Dinilai Buka Perlindungan Koperasi dan UMKM

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan real estat masing-masing naik 1,87 persen dan 1,09 persen, melampaui yang lainnya. Sedangkan sektor bahan pokok konsumen turun 0,79 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
 
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat turun 0,1 persen pada Desember, sejalan dengan konsensus, untuk kenaikan tahun-ke-tahun 6,5 persen, menyusul kenaikan tahun-ke-tahun 7,1 persen pada November.
 
"CPI Inti turun kembali di bawah enam persen akan menjadi langkah ke arah yang benar, tetapi inflasi tetap jauh di atas target dua persen. Kami terus percaya terlalu dini untuk poros The Fed yang akan segera terjadi dan kondisi belum tersedia untuk reli ekuitas yang berkelanjutan," pungkas Analis UBS.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif