Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

IHSG Masih Rawan! Coba Main Aman Cari Cuan di 3 Saham Ini

Angga Bratadharma • 26 Januari 2023 09:09
Jakarta: Ajaib Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran 6.811–6.907. Sedangkan pada perdagangan kemarin, Rabu, 25 Januari 2023, indeks acuan saham Indonesia berakhir melemah sebanyak 0,45 persen atau minus 30,92 poin di level 6.829,93.
 
Financial Expert Ajaib Sekuritas Chisty Maryani mengungkapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi periode kuartal-IV 2022 tumbuh sebesar 2,3 persen QoQ senilai Rp314,8 triliun. Sementara itu, Bank Indonesia turut membantu pemerintah sebesar Rp224 triliun membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022.
 
"Hal tersebut dilakukan dengan skema burden sharing sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) III," kata Chisty, dalam riset hariannya, Kamis, 26 Jauari 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari mancanegara, tambahnya, inflasi Australia pada periode kuartal IV-2022 tercatat tumbuh 7,8 persen YoY, lebih tinggi dibandingkan denga periode sebelumnya yang tercatat pada level 7,3 persen YoY. Kenaikan inflasi Australia disebabkan oleh kenaikan harga makanan, konstruksi rumah baru, dan kenaikan harga BBM.
Baca: Strategi Influencer Marketing, Cara Mujarab Brand Naikkan Penjualan

"Sementara itu, Bank of Thailand turut menaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 1,50 persen. Kenaikan tersebut secara kumulatif telah mencapai 100 bps dan sudah naik sejak Agustus 2021," tukasnya.
 
Lebih lanjut, berikut saham-saham pilihan Ajaib Sekuritas, yaitu:

PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)

Buy: Rp755
TP: Rp780
Stop loss: Rp710
 
BBYB bergerak bullish jangka pendek bergerak di atas MA5 dan MA20. Berpotensi lanjut menguat ditandai volume dan stochastic oscillator yang bergerak naik. BBYB berhasil mengalami pertumbuhan kredit 139 persen YoY menjadi Rp10,2 triliun dan mencatatkan kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar Rp1,6 triliun atau naik 437 persen YoY di sepanjang 2022.

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)

Buy: Rp220
TP: Rp228
Stop loss: Rp210
 
SCMA mencoba untuk reversal, pergerakan harga di atas MA5 dan MA20, didukung juga oleh stochastic oscillator dan MACD line yang bergerak naik. Pendapatan iklan SCMA diproyeksikan meningkat sejalan ekonomi yang tumbuh solid. Per Juli 2022 belanja iklan naik tujuh persen YoY menjadi Rp135 triliun.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Buy: Rp2.660
TP: Rp2.740
Stop loss: Rp2.600
 
AMRT bergerak sideways dan masih tertahan di area MA100. Berpotensi menguat membentuk morning star pattern serta volume yang stabil. AMRT gencar ekspansi dengan menambah gerai. Pada 2022 AMRT membuka 1.102 gerai  baru sekaligus melebihi target sebesar 1.000 gerai. Pada 2023 ini, AMRT melakukan strategi dengan menambah gerai baru khususnya di luar Pulau Jawa, di mana penetrasi ritel modern masih rendah.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif