Menara Astra. Foto: Dokumen Astra
Menara Astra. Foto: Dokumen Astra

Astra (ASII) Bagikan Dividen Jumbo, Begini Strategi Bijak Mengelolanya

Annisa ayu artanti • 23 April 2026 15:29
Ringkasnya gini..
  • Astra membagikan dividen Rp15,6 triliun atau Rp390 per saham kepada investor.
  • Sisa dividen Rp292 per saham akan dibayarkan pada 25 Mei 2026.
Jakarta: Kabar baik datang bagi para pemegang saham PT Astra International Tbk (ASII). Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Kamis, 23 April menyetujui pembagian dividen tunai dalam jumlah besar.
 
Perusahaan otomotif dan konglomerasi ini akan membagikan dividen senilai Rp15,6 triliun kepada para pemegang saham sebagai bagian dari penggunaan laba bersih tahun buku 2025.

Rincian dividen Astra 2026

Dalam keputusan RUPST, Astra menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp32.768.787.786.564.
 
Sebesar Rp390,setiap saham atau sebanyak-banyaknya Rp15.668.846.832.200,dibagikan sebagai dividen tunai, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 98,per saham atau sebesar Rp3.967.388.207.720,yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2025.

Dengan demikian, sisanya sebesar Rp292,per  saham akan dibayarkan pada tanggal 25 Mei 2026 kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB (Recording Date Dividen).
 
Pembagian dividen ini juga mempertimbangkan program buyback saham yang tengah berjalan, sehingga jumlah final yang diterima investor bisa menyesuaikan dengan jumlah saham yang beredar saat recording date.
 
Baca juga: Cara Astra International Hadapi Gempuran Mobil Listrik

Cara cerdas mengelola dividen saham

Merangkum berbagai sumber berikut beberapa strategi yang bisa kamu terapkan agar dividen tidak habis begitu saja: 
 
1. Reinvestasi ke saham
Menggunakan dividen untuk membeli saham lagi bisa memperbesar potensi keuntungan jangka panjang melalui efek compounding.
 
2. Diversifikasi investasi
Dividen juga bisa dialokasikan ke instrumen lain seperti reksa dana, obligasi, atau emas agar portofolio lebih seimbang.
 
3. Dana darurat atau kebutuhan finansial
Jika belum memiliki dana darurat, dividen bisa dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan pribadi.
 
4. Hindari konsumtif berlebihan
Dividen sering dianggap “uang gratis”, padahal itu hasil investasi. Menghabiskannya tanpa perencanaan bisa menghambat tujuan finansial.
 
Dengan pengelolaan yang tepat, dividen bukan hanya sekadar tambahan pemasukan, tetapi bisa menjadi sumber pertumbuhan aset jangka panjang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan