Ilustrasi IHSG. Foto: HI
Ilustrasi IHSG. Foto: HI

Saham Bluechip Tahan Banting Sentimen Resesi

Annisa ayu artanti • 11 Agustus 2022 08:41
Jakarta: Saham-saham bluechip terus menjadi rekomendasi analis di tengah bayang-bayang resesi. Pasalnya, fundamental saham-saham tersebut dinyatakan cukup kuat dalam menghadapi terpaan sentimen.
 
Contohnya, Head of Equity Retail Samuel Sekuritas, A.A. Damargumilang menyebutkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Astra International Tbk (ASII). Ketiganya masih memberikan opportunity.
 
"Untuk saham-sahamnya, dari bluechip yang terbaik itu BBCA (BCA) harga sahamnya sudah cukup tinggi. Untuk opportunity ada di BBRI (BRI) dan ASII (Astra Internasional)," sebutnya, dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Agustus 2022.
 
Baca juga: Sektor Komoditas dan Teknologi Jadi Pilihan Potensial di Semester II-2022

Tak hanya tiga saham itu, ia juga melanjutkan, sektor saham yang disarankan adalah sektor komoditas seperti batu bara, sawit, dan metal, dan oil dan gas. Kemudian selanjutnya, telekomunikasi dan media, serta teknologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Founder Analisa Fundamental Saham Indonesia (AFSI) Krisantus mengatakan, sejatinya saham-saham yang lebih tahan terhadap resesi global bisa dilihat dari fundamentalnya.
 
"Fundamental yang menjadi landasan dasar perusahaan adalah aktivitas atau bisnis perusahaan. Perusahaan itu baik sekali jika kualitas dan efisien secara bisnis," ungkap Krisantus.
 
Sementara itu, Founder Syariah Saham, Asep M. Saepul Islam menambahkan sejauh ini  pasar bursa saham masih positif. Saham syariah pun tetap menjadi pilihan, karena sudah teruji saat pandemi lalu dengan harga saham lainnya jatuh, justru indeks saham syariah tetap di jalur positif.
 
Demikian pun dengan kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang tetap kinclong hingga saat ini, bahkan mengalahkan indeks saham LQ45.
 
"Dari sisi sektor yang lagi di puncaknya adalah transportasi dan logistik. Sedangkan, yang lagi jatuh itu teknologi, juga properti dan real estat. ISSI jadi indeks saham syariah dunia terbaik naik enam persen. Untuk saham syariah likuid pilihan kuartal II-2022 itu ada UNTR, AKRA, HRUM, BTPS, TAPG, dan SMDR,” jelasnya.

 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif