Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie. (Foto: Metro TV)
Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie. (Foto: Metro TV)

Menyiasati Mahalnya Biaya Pendidikan Anak

Ekonomi Manulife
Gervin Nathaniel Purba • 10 September 2020 18:27
Jakarta: Mahalnya biaya pendidikan menjadi tantangan bagi para orang tua dalam menyekolahkan anak. Biaya pendidikan selalu naik 10 persen setiap tahun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
 
Orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Termasuk dalam pendidikan. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk merencanakan biaya pendidikan anak sejak dini.
 
Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie menjelaskan dengan disiplin mengatur biaya pendidikan sejak dini akan membantu mengurangi beban biaya pendidikan pada masa depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan mepet. Semakin panjang waktunya, maka dana yang kita sisihkan untuk biaya pendidikan menjadi lebih kecil. Kalau sudah mepet, ya menjadi berat," ujar Jeffrey, dalam program Do It Metro TV, Kamis, 10 September 2020.
 
Dalam menyiapkan dana pendidikan harus direncanakan secara matang. Orang tua harus merencanakan biaya pendidikan anak mulai dari jenjang paling dasar, hingga perguruan tinggi.
 
"Misalnya, kebutuhan untuk masuk SD sebesar Rp10 juta. Jika sudah tercapai, jangan berhenti di situ saja. Tetap lanjutkan untuk persiapan pendidikan jenjang yang akan datang," ujarnya.
 
Menyiapkan dana pendidikan anak akan semakin baik jika dilakukan sebelum berkeluarga. Sebab, orang lajang belum memiliki beban pengeluaran besar seperti mereka yang telah berkeluarga.
 
"Kalau masih lajang karena pengeluaran biaya tidak sebanyak yang sudah berkeluarga, bisa menyisihkan 10-20 persen untuk biaya pendidikan," tuturnya.
 
Namun, menyiapkan dana pendidikan pada masa pandemi covid-19 ini juga tidak mudah. Sebagian orang mengalami kesulitan keuangan akibat kehilangan pekerjaan maupun berkurangnya pendapatan.
 
Menyikapi hal ini, Jeffrey mengajak setiap orang untuk tetap optimistis dan jeli melihat peluang yang ada.
 
"Kalau kita sudah punya pengaturan pos keuangan yang baik dan sudah tahu tujuan jangka panjang, kita sudah persiapkan dengan baik, maka hal ini tidak berdampak maksimal," ujar dia.
 
Upaya untuk mendapatkan tambahan pendapatan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, investasi reksadana, emas, dan asuransi. Selebihnya, bergantung pada selera masing-masing.
 
"Untuk mendapatkan tambahan pendapatan bisa bekerja sebagai tenaga pemasaran asuransi. Pekerjaan ini mulia karena membuat kita belajar bagaimana financial planning untuk diri sendari sambil membantu orang lain," kata Jeffrey.
 
 
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif