Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. Foto: Istimewa.
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. Foto: Istimewa.

Amar Bank Dorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi Perbankan Digital

Arif Wicaksono • 11 Maret 2026 11:41
Jakarta: PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional dengan mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perbankan digital dinilai memiliki peran strategis untuk membuka akses pembiayaan yang lebih luas sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.
 
Amar Bank memandang UMKM sebagai kekuatan ekonomi besar yang belum sepenuhnya dimaksimalkan. Meski jumlahnya mencapai puluhan juta unit usaha, banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam mengakses layanan keuangan formal, terutama terkait persyaratan administratif dan proses pembiayaan yang dinilai rumit.
 

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan jumlah UMKM di Indonesia mencapai sekitar 64,2 juta unit. Sektor ini berkontribusi sekitar 61% terhadap produk domestik bruto (PDB) serta menyerap hampir 97% tenaga kerja nasional. Besarnya peran tersebut menjadikan UMKM sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
Namun demikian, potensi tersebut masih menghadapi tantangan dari sisi akses pembiayaan. Pemerintah menargetkan porsi kredit untuk UMKM sebesar 30% dari total penyaluran kredit perbankan. Hingga 2025, realisasi pembiayaan UMKM baru berada di kisaran 19,4% dari total kredit perbankan.

Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan perbankan digital dapat menjadi solusi untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui proses layanan yang lebih sederhana, akses pembiayaan yang lebih cepat, serta sistem transaksi yang aman.
 
“Di Amar Bank, kami berkomitmen membangkitkan potensi besar UMKM Indonesia dengan membantu jutaan pelaku usaha memanfaatkan ekosistem keuangan digital secara optimal. Hal ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Vishal.
 
Pandangan serupa disampaikan Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. Ia menilai keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi hambatan utama bagi UMKM.
 
Menurutnya, meskipun pemerintah telah menargetkan porsi kredit UMKM sebesar 30% dari total kredit perbankan, realisasinya masih berkisar di angka 20%.
 
“Ketimpangan adopsi layanan keuangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih cukup besar. Selain itu, banyak pelaku UMKM juga terkendala persyaratan administratif saat mengajukan pembiayaan ke bank. Akibatnya, mereka sering kali mengandalkan modal pribadi atau pinjaman dari keluarga,” jelas Nailul.
 
Seiring berkembangnya ekonomi digital, kebutuhan akan layanan keuangan yang lebih praktis dan mudah diakses juga semakin meningkat. Dalam konteks ini, Amar Bank berupaya menghadirkan solusi yang relevan bagi pelaku usaha kecil.
 
Senior Vice President of MSME Amar Bank Josua Sloane Solagracia mengatakan perusahaan menyediakan platform Amar Bank Bisnis yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM mengelola usaha secara lebih terstruktur.
 
Melalui layanan tersebut, pelaku usaha dapat mencatat transaksi, mengelola administrasi bisnis, serta membangun rekam jejak keuangan yang lebih rapi dan terdokumentasi.
 
“Dengan pencatatan keuangan yang lebih tertata, pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dinilai layak oleh lembaga keuangan dan mendapatkan akses pembiayaan formal yang lebih luas,” kata Josua.

Optimisme di Tahun Kuda Api

Di tengah dinamika ekonomi global, Amar Bank tetap optimistis mempertahankan kinerja positif pada tahun ini. Sepanjang 2025, bank digital ini mencatat pertumbuhan kredit yang solid serta menjaga profitabilitas perusahaan.
 
Head of Finance Amar Bank Yosua Sullivan menyebut kinerja tersebut didukung oleh strategi penyaluran kredit yang berhati-hati serta pengelolaan risiko yang disiplin. Pendekatan tersebut membuat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap berada pada tingkat
yang sehat.
 
Memasuki tahun yang disebut sebagai Tahun Kuda Api, Amar Bank berencana memperkuat pengembangan produk digital, memperluas ekosistem pembayaran, serta menghadirkan inovasi layanan yang lebih relevan bagi kebutuhan nasabah.
 
Pemanfaatan teknologi digital dan analisis data juga menjadi fokus utama untuk mempercepat proses pengajuan kredit sekaligus meningkatkan keamanan layanan.
 
Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank Kevin Kane mengatakan perusahaan terus mengembangkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat sistem manajemen risiko.
 
Teknologi tersebut memungkinkan proses analisis kredit dilakukan secara otomatis dan real-time, termasuk melalui pemantauan perilaku transaksi nasabah.
 
“Dengan otomatisasi underwriting dan analisis data yang lebih canggih, kami dapat menghadirkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan aman. Pendekatan ini membantu kami menyediakan solusi finansial yang lebih responsif terhadap kebutuhan nasabah sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis mereka,” ujar Kevin.
 
Dengan strategi pertumbuhan yang disiplin, fokus pada pemberdayaan UMKM, serta pengembangan teknologi yang berkelanjutan, Amar Bank optimistis dapat memperkuat peran perbankan digital dalam membangun sistem keuangan yang lebih inklusif di Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan