Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie. (Foto: Metro TV)
Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie. (Foto: Metro TV)

3 Tips Memulihkan Keuangan Usai Lebaran

Ekonomi Manulife Idulfitri 2021
Gervin Nathaniel Purba • 18 Mei 2021 08:00
Jakarta: Lebaran kerap dijadikan momen untuk memperbaharui diri. Mulai dari membeli baju baru, celana baru, tas baru, atau hijab baru. 
 
Pengeluaran semakin bertambah ketika harus membeli bahan pangan yang harganya kerap naik saat lebaran. Tanpa terasa, sudah banyak uang yang dikeluarkan.
 
Tidak sedikit yang merasa tekor karena pengeluaran yang tidak terkontrol dalam menyambut Idulfitri. Akibatnya, butuh upaya ekstra untuk memulihkan kembali kondisi keuangan usai lebaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie memberikan sejumlah tips untuk membantu memulihkan kembali kondisi keuangan.

1. Jangan Tambah Pengeluaran Tidak Perlu

Menambah pengeluaran baru hanya akan kembali mempersulit diri. Terutama menambah hutang baru.
 
"Hutang baru bukan hanya hutang ke orang ya. Tapi juga dari penggunaan kartu kredit," ujar Jeffrey, dalam program Do It Metro TV, Selasam 18 Mei 2021.

2. Lakukan Efisiensi Biaya

Dalam hal ini, Jeffrey mengajak setiap orang untuk memetakan pos-pos pengeluaran. Beberapa pos yang tercatat selalu menyumbang pengeluaran tinggi, sebaiknya mulai dikurangi.
 
"Tujuannya untuk menutupi kekurangan yang sudah terjadi," kata Jeffrey.

3. Mengubah Gaya Hidup

Supaya kondisi keuangan cepat pulih, perubahan gaya hidup menjadi kunci utama. Gaya hidup yang konsumtif harus dikurangi.
 
"Kalau dulu setiap satu minggu sekali makan di restoran. Sekarang dikurangi. Misalnya, setiap dua minggu sekali," katanya.
 
Menurut Jeffrey, tekanan sosial menjadi salah satu penyebab keuangan anjlok usai lebaran. Misalnya, terpengaruh melihat teman atau tetangga punya baju baru. Ditambah keinginan anak-anak untuk membeli barang baru. 
 
Untuk itu, Jeffrey menyarankan setiap orang untuk menyisihkan uangnnya sebanyak lima atau 10 persen menjelang lebaran. Terlebih, momen lebaran selalu ada setiap tahun. Seharusnya, lebih terprediksi dalam mengatur keuangan.
 
"Kalau tau lebaran tahun ini seperti apa pengeluarannya, seharusnya sudah bisa memprediksi, gambarannya seperti apa pada tahun depan," kata Jeffrey.
 
Dengan menyiapkan tabungan secara dini sebelum menyambut lebaran, Jeffrey optimistis masalah keuangan tidak akan selalu dihadapi setiap tahun.
 
"Dengan begitu, kita bisa menjaga kebiasaan Ramadan tanpa membuat kita kesulitan secara financial," katanya.
 


 
 
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif