Ilustrasi dompet digital OVO - - Foto: dok OVO
Ilustrasi dompet digital OVO - - Foto: dok OVO

Sama-sama Pakai Nama OVO, Ini Beda Perusahaan Multifinance dan Dompet Digital

Sri Yanti Nainggolan • 10 November 2021 14:16
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha perusahaan pembiayaan (multifinance) PT OVO Finance Indonesia. Namun, kebanyakan masyarakat mengira bahwa perusahaan itu adalah perusahaan dompet digital PT Visionet Internasional yang juga dikenal dengan nama OVO
 
"PT OVO Finance Indonesia tidak merupakan bagian dari OVO (PT Visionet Internasional). Semua operasional dan layanan OVO tetap berjalan dengan baik dan normal," klarifikasi PT Visionet Internasional melalui akun Instagram resmi @ovo_id, Rabu, 10 November 2021.
 
Klarifikasi dompet digital OVO (PT Visionet Internasional). Foto: Instagram @ovo_id
Klarifikasi dompet digital OVO (PT Visionet Internasional). Foto: Instagram @ovo_id

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penjelasan ini muncul karena asyarakat tahu bahwa ada perusahaan multifinance dan dompet digital yang menggunakan nama yang sama, yakni OVO. Berikut perbedaan kedua istilah di bidang keuangan tersebut secara umum. 

Perusahaan pembiayaan (multifinance)

Dikutip dari situs OJK, lembaga pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal. Terdapat tiga jenis perusahaan finance yakni perusahaan pembiayaan, perusahaan modal ventura, dan perusahaan pembiayaan infrastruktur. 
 
Dilansir dari Kamus Keuangan Tokopedia, perusahaan pembiayaan ini bukanlah termasuk dalam lembaga keuangan bank, tetapi dalam kegiatan operasionalnya tetap diatur dan diawasi oleh OJK.  Perbedaan lembaga pembiayaan dengan bank adalah dalam pemberian dana atau modal.
 
Baca: Sejak Awal Pendirian, OVO Finance Juga Pakai Nama OVO
 
Bank diperbolehkan memberikan dana secara tunai, sementara perusahaan pembiayaan hanya memberikan dana kepada penjual kemudian penjual memberikan barang atau jasa ke konsumen. Dengan demikian, ikatan utang piutang yang terjadi selanjutnya adalah antara perusahaan pembiayaan dengan konsumen.
 
Beberapa contoh perusahaan multifinance di Indonesia berfokus pada kendaraan bermotor, mesin dan alat berat,serta peralatan elektronik dan rumah tangga. Misalnya, BCA Finance, BFI Finance Indonesia, dan Summit Otto Finance.

Dompet digital (e-wallet)

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia, dompet elektronik merupakan layanan elektronik untuk menyimpan data instrumen pembayaran antara lain alat pembayaran dengan menggunakan kartu dan/atau uang elektronik, yang dapat juga menampung dana, untuk melakukan pembayaran.
 
Dilansir dari Investopedia, dompet digital tidak memerlukan rekening bank dengan perusahaan atau cabang fisik. 
 
Dompet elektronik (digital) membuat para pengguna melakukan transaksi jual-beli elektronik secara mudah, cepat dan aman. Contoh dompet digital di Indonesia adalah Gopay, OVO, dan DANA. 
 
(SYN)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif