IHSG menguat pada posisi 7656 atau 0,30 persen setara 22 bps pada pembukaan perdagangan Senin, 20 April 2026.
IHSG ditopang laju JII dan LQ45 yang menguat pada pembukaan perdagangan hari ini. Saham BBRI, PGAS, TLKM, MAPI, BMRI, BRPT, UNVR turut naik pada pembukaan perdagangan hari ini.
| Baca juga: IHSG Menguat Hari Ini, Pasar Masih Pantau Negosiasi AS-Iran |
Pasar keuangan global ditutup menguat pada akhir pekan lalu, didorong meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Sentimen positif muncul setelah Iran menyatakan Selat Hormuz telah “sepenuhnya terbuka” menyusul pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Bursa Saham Global
Di Amerika Serikat, indeks saham utama mencatat penguatan signifikan. S&P 500 untuk pertama kalinya ditutup di atas level 7.100, sementara Nasdaq mencatat rekor reli terpanjang sejak 1992.Dow Jones Industrial Average melonjak 1,79% ke level 48.447, diikuti Nasdaq yang naik 1,52% ke 24.468, serta S&P 500 yang menguat 1,20% ke 7.126.
Bursa saham Eropa juga bergerak positif. FTSE 100 naik 0,73%, DAX Jerman melesat 2,27%, dan CAC 40 Prancis menguat 1,97%.
Sebaliknya, pasar Asia cenderung melemah. Nikkei Jepang turun 1,75%, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,89%, dan Shanghai Composite turun tipis 0,10%.
Di pasar obligasi, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun turun ke 6,64%, sejalan dengan penurunan yield obligasi pemerintah AS di berbagai tenor. Yield US Treasury 10 tahun tercatat di 4,24%.
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.189 per dolar AS, seiring pergerakan indeks dolar yang relatif stabil di kisaran 98.
Laju Komoditas
Dari sisi komoditas, harga minyak mentah mengalami koreksi tajam. Minyak WTI anjlok 11,45% ke USD83,85 per barel, sementara Brent turun hampir 8% ke USD90,38 per barel. Penurunan ini dipicu meredanya risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.Sebaliknya, harga emas menguat. Emas berjangka Comex naik 1,59%, sementara harga emas spot menguat 0,82%, mencerminkan masih adanya permintaan aset safe haven.
Logam lainnya bergerak bervariasi. Perak melonjak 4,73%, timah naik 1,44%, sementara nikel dan aluminium masing-masing melemah.
Di sektor energi lain, harga batu bara cenderung turun baik di pasar Newcastle maupun Rotterdam. Sementara itu, harga gas alam dan amonia domestik menunjukkan kenaikan terbatas.
Dari komoditas pertanian, mayoritas harga mengalami pelemahan, termasuk gandum, minyak kedelai, dan jagung. Namun, harga pulp kayu mencatat kenaikan tipis.
Pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan geopolitik serta arah kebijakan moneter global sebagai penentu pergerakan pasar selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News