Pada pembukaan Selasa, 21 April 2026, indeks berada di zona merah di level 7.560,285.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG turun 63,579 poin atau 0,84 persen ke posisi 7.530,531. Sepanjang sesi pagi, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.568 dan terendah di 7.518.
Mayoritas saham menguat, tapi IHSG tertekan
Meski IHSG melemah, pergerakan saham menunjukkan dinamika yang cukup beragam. Tercatat sebanyak 317 saham menguat, sementara 241 saham melemah dan 175 saham stagnan.Dari sisi transaksi, nilai perdagangan mencapai Rp3,117 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 8,702 miliar saham. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp13.438,283 triliun.
| Baca juga: IHSG Langsung Tancap Gas Setelah Harga Minyak Melemah |
Sentimen global tekan pasar saham
Pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh sentimen global. Pada perdagangan sebelumnya, indeks di bursa Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah.Dow Jones Industrial Average turun -0,0099 persen ke level 49.442,56. Sementara itu, S&P 500 terkoreksi -0,24 persen ke 7.109,14, dan Nasdaq Composite melemah -0,26 persen ke posisi 24.404,39.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG juga mengalami pelemahan tipis sebesar -0,52 persen ke level 7.594. Meski demikian, investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp124,49 miliar.
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menyatakan ketidakpastian global, terutama konflik antara Iran dan Amerika Serikat, masih menjadi perhatian pelaku pasar. Situasi ini turut mendorong kenaikan harga minyak dunia, dengan WTI mencapai 88 dolar AS per barel dan Brent berada di level 95 dolar AS per barel.
Level 7.700 jadi kunci pergerakan IHSG
Secara teknikal, level 7.700 menjadi batas resistance penting bagi IHSG. Selama belum mampu menembus level tersebut, pergerakan indeks diperkirakan akan cenderung terbatas.Selain itu, pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diproyeksikan mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen. Kebijakan ini akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News