Berdasarkan data pasar Investing hingga sekitar pukul 09.00 WIB, mata uang dolar AS turun 0,07 persen atau 11,7 poin ke level Rp17.946,9 per dolar AS. Pelemahan dolar AS juga tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang terkoreksi tipis 0,02 persen ke level 100,597.
| Baca juga: Rupiah Masih Mendekati Level Rp18.000 per Dolar AS |
Di pasar komoditas, emas spot menjadi aset dengan kenaikan paling menonjol. Harga XAU/USD melonjak 1,40 persen atau 57,70 poin ke level 4.181,66. Penguatan tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar global.
Pergerakan rupiah terhadap mata uang utama lainnya cenderung beragam. Rupiah menguat tipis terhadap yen Jepang yang turun 0,09 persen menjadi 111,32. Mata uang Garuda juga terapresiasi tipis terhadap won Korea Selatan yang melemah 0,03 persen ke level 11,6579.
Sementara itu, pergerakan terhadap euro relatif stagnan. Mata uang euro tercatat berada di level 20.559 tanpa perubahan berarti dibanding perdagangan sebelumnya.
Tekanan mata uang regional Asia
Di sisi lain, rupiah masih menghadapi tekanan dari sejumlah mata uang regional Asia. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar terhadap rupiah dengan naik 0,34 persen ke level 4.414,79.Selain itu, yuan China menguat 0,11 persen menjadi 2.646,99, baht Thailand naik 0,09 persen ke level 541,121, sedangkan dolar Singapura menguat tipis 0,02 persen ke level 13.899,09.
Secara keseluruhan, pelemahan dolar AS memberikan ruang penguatan terbatas bagi rupiah. Namun, apresiasi sejumlah mata uang Asia menunjukkan tekanan regional masih menjadi faktor yang perlu dicermati pelaku pasar pada perdagangan hari ini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda