Berdasarkan data pergerakan pasar Investing Kamis, 2 Juli 2026, kurs dollar AS tercatat naik 0,33 persen atau sekitar 58,8 poin sehingga rupiah berada di posisi Rp17.984,4 per dolar AS.
Pergerakan tersebut membuat rupiah semakin dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar AS yang menjadi perhatian pelaku pasar.
| Baca juga: Mata Uang Rupiah Tertekan Gegara Indeks Dollar AS Kerap Menguat |
Di saat yang sama, harga emas dunia melanjutkan penguatan. Instrumen XAU/USD tercatat naik 0,40 persen atau sekitar 16,16 poin ke posisi USD4.047,45 per troy ounce.
Menariknya, kenaikan harga emas terjadi ketika Indeks Dolar AS (DXY) justru bergerak melemah. DXY tercatat turun 0,05 persen ke level 101,135.
Pergerakan tersebut mencerminkan adanya preferensi investor terhadap aset yang dinilai lebih aman di tengah dinamika pasar global.
Namun, arah rupiah juga tetap dipengaruhi faktor domestik serta arus modal di pasar keuangan.
Rupiah Beragam terhadap Mata Uang Global
Terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, rupiah menunjukkan pergerakan yang bervariasi.Ringgit Malaysia menguat 0,13 persen terhadap rupiah ke posisi Rp4.389,92.
Sementara itu mata uang yuan Tiongkok naik tipis 0,02 persen terhadap rupiah ke level Rp2.642,51.
Adapun euro bergerak relatif stabil di kisaran Rp20.415,0.
Di sisi lain, rupiah masih mencatat penguatan terhadap beberapa mata uang Asia.
Mata uang rupiah menguat 0,04 persen terhadap Yen Jepang ke Rp110,35.
Rupiah juga naik terhadap dolar Singapura yang melemah 0,07 persen ke Rp13.845,14.
Sementara itu mata uang won Korea Selatan terkoreksi 0,38 persen terhadap mata uang rupiah ke Rp11,52.
Pelaku pasar selanjutnya menantikan respons dan langkah stabilisasi dari Bank Indonesia untuk menjaga volatilitas nilai tukar di tengah pergerakan pasar global
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda