Direktur Utama BSML David Desanan Anan Winowod (tengah). Foto: dok BSML.
Direktur Utama BSML David Desanan Anan Winowod (tengah). Foto: dok BSML.

Laba Bersih Emiten BSML Meroket 253%, Capai Rp10,80 Miliar

Ade Hapsari Lestarini • 05 Desember 2022 13:00
Jakarta: Emiten jasa pengangkutan laut dan logistik, PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) mencatat capaian laba bersih sebesar Rp10,80 miliar sepanjang sembilan bulan tahun ini hingga September 2022. Angka ini melesat 253 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp3,06 miliar.
 
Kenaikan laba bersih ini ditopang pendapatan bersih yang juga meroket hingga 367 persen menjadi Rp214,21 miliar hingga September 2022, dari periode yang sama tahun lalu Rp45,87 miliar. Sementara itu, laba usaha juga naik signifikan 137 persen menjadi Rp18,94 miliar, dari September 2021 sebesar Rp7,99 miliar.
 
Pencapaian laba bersih sembilan bulan ini juga sudah mencapai 247 persen dari laba bersih sepanjang 2021 yakni Rp4,38 miliar. Sedangkan pendapatan usaha di kuartal ketiga ini juga sudah 350 persen di atas pencapaian pendapatan di 2021 senilai Rp61,16 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama BSML David Desanan Anan Winowod menjelaskan, kenaikan pendapatan perusahaan ditopang oleh tiga segmen bisnis, terutama bisnis penyewaan kapal (time charter) yang dominan hingga mencapai 82,85 persen dari total pendapatan per kuartal ketiga tahun ini.
 
"Kondisi perekonomian yang membaik di tengah penanganan pandemi covid-19 yang terus terkendali juga ikut mendorong pemulihan berbagai sektor bisnis di Tanah Air, termasuk jasa pengangkutan khususnya bisnis penyewaan kapal. Hal itu terlihat dari kinerja kami mencatatkan peningkatan pendapatan usaha dan laba yang naik signifikan di kuartal ketiga 2022," katanya dalam paparan publik, Senin, 5 Desember 2022.
 
Secara rinci, pendapatan time charter melesat 1.795 persen menjadi Rp177,47 miliar dalam sembilan bulan hingga kuartal ketiga, dari periode yang sama tahun lalu Rp9,36 miliar, pendapatan freight charter juga naik 26 persen menjadi Rp34,97 miliar dari sebelumnya Rp27,83 miliar.
 
Pendapatan bisnis management service menjadi Rp403,75 juta, turun 95 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp8,40 miliar. Sementara pendapatan bisnis trading melesat 381 persen menjadi Rp1,36 miliar dari sebelumnya Rp282,68 juta.
 
Baca juga: OJK Optimistis Perbankan Bisa Penuhi Ketentuan Modal Inti Rp3 Triliun

Rencana ekspansi

David menjelaskan dana IPO sebelumnya sudah digunakan untuk modal kerja, pinjaman modal kerja anak usaha, dan pembayaran pinjaman bank. Perseroan sebelumnya melepas saham lewat IPO pada 16 Desember 2021 dengan harga perdana Rp117 per saham dan meraup dana Rp43 miliar (sebelum dipotong biaya emisi). Bintang Samudera melepas 370.045.000 saham atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
 
Ke depan, katanya, perseroan akan fokus memberikan layanan yang mengutamakan kualitas, memberikan harga sewa kompetitif dan mengutamakan keselamatan dan ketepatan waktu layanan. Perseroan juga membidik target pangsa pasar sebesar enam persen melalui pengembangan aset dalam lima tahun ke depan.
 
"Saat ini kami memiliki total delapan kapal tug boats dan tujuh kapal barges dan berdasarkan jumlah aset yang beroperasi di antara perusahaan sejenis, kami baru memiliki pangsa pasar dua persen sehingga masih ada ruang untuk berkembang lagi," jelas dia.
 
Untuk 2022 ini, perseroan telah menambah pengoperasian armada sebanyak ± lima set tug boad dan barges yang bersumber dari sewa dan kerja sama dengan pihak lain.
 
David mengatakan beberapa faktor pendukung bisnis di 2023 di antaranya perkembangan industri tambang, khususnya batu bara dan nikel, terutama setelah pemerintah menggenjot industri baterai listrik. Kondisi ini akan semakin meningkatkan kebutuhan akan angkutan barang tambang tersebut.
 
Selain itu, bisnis logistik perusahaan juga bakal terdorong peningkatan investasi smelter yang berpotensi meningkatkan kebutuhan transportasi barang tambang. Ditambah lagi, meningkatnya operasi pelabuhan baru juga berpeluang meningkatkan pangsa pasar untuk jasa layanan pengurusan dokumen kapal.
 
Sebelumnya pada Agustus 2022, BSML sudah merealisasikan pembagian dividen perdana kepada para pemegang saham yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Kamis, 14 Juli 2022. BSML membagikan dividen Rp1 miliar, setara dengan 22,85 persen dari saldo laba di 2021, serta tambahan Rp 1 miliar dari saldo laba ditahan perseroan.
 
Dengan begitu, besaran dividen yang dibagikan sebesar Rp2 miliar atau ekuivalen dengan Rp1,08 per saham. Sementara itu, BSML akan mengalokasikan sisa laba bersih 2021 sebesar Rp3,38 miliar menjadi laba ditahan.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif