Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Agen Asuransi Jiwa Harus Berkompeten

Ekonomi asuransi jiwa Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)
Ade Hapsari Lestarini • 29 Agustus 2020 07:32
Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI) menegaskan peningkatan kualitas kompetensi agen asuransi jiwa adalah hal mutlak. AAJI pun mengapresiasi wadah agen asuransi jiwa berskala global, MDRT Indonesia yang selama dua tahun terakhir ini telah meningkatkan kapasitas anggotanya.
 
"AAJI tidak bosan-bosan mengajak agar para agen asuransi untuk meningkatkan kapasitasnya dengan bergabung dalam MDRT Indonesia. Ini adalah wadah bagi para tenaga pemasar untuk dapat meningkatkan kemampuannya sebagai Financial Planner berskala internasional," ungkap Kepala Departemen Hubungan Internasional AAJI Nelly Husnayati dalam keterangan resminya, Sabtu, 29 Agustus 2020.
 
Dia menyebutkan, saat ini agen masih menjadi penopang dalam industri asuransi jiwa di Indonesia. Pada kuartal pertama 2020, jumlah agen asuransi meningkat hampir 10 persen menjadi 650.443 orang, dibandingkan periode tahun sebelumnya berjumlah 595.192 orang, dengan lebih dari 90 persennya merupakan kontribusi jalur distribusi keagenan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan pertumbuhan rata-rata jumlah agen dalam tiga tahun terakhir sekitar lima persen, kami optimistis jumlah agen akan terus meningkat dan lambat laun penetrasi asuransi pun akan meningkat. Terlebih saat ini sudah semakin banyak anak muda (generasi milenial) yang mulai menjadikan agen asuransi sebagai profesi yang sejajar dengan profesi-profesi lainnya," jelas Nelly.
 
Memang, lanjut Nelly, pandemi covid-19 memberi tekanan bagi kinerja industri asuransi jiwa sepanjang kuartal pertama tahun ini. Namun AAJI meyakini dengan adanya transisi PSBB, aktivitas ekonomi akan kembali bergerak.
 
"Dampak covid memang ada penurunan dari sisi kemampuan membayar atau membeli produk dengan premi yang tinggi. Tetapi positifnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi apalagi kesehatan makin meningkat. Jadi yang beli tetap banyak, tetapi (nilainya kecil) daya beli menurun. Ini jadi kesempatan bagi agen asuransi jiwa untuk bisa lebih banyak beraktivitas menawarkan produk kepada masyarakat yang membutuhkan. Apalagi, lanjutnya, agen-agen asuransi jiwa telah diperbolehkan menjual produk secara online oleh AAJI dan OJK," jelas Nelly.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif