Mata uang rupiah. Foto : AFP.
Mata uang rupiah. Foto : AFP.

BI Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal dalam Forum Asia Pasifik

Antara • 17 Juli 2024 10:33
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pentingnya mendorong penggunaan mata uang lokal untuk transaksi lintas batas atau Local Currency Transaction (LCT). Hal itu disampaikannya dalam pertemuan Executives Meeting of East Asia Pacific Central Banks (EMEAP) ke-29.
 
baca juga: Jelang Rilis Hasil Rapat RDG BI, Rupiah Menguat

"Penggunaan mata uang lokal untuk transaksi lintas batas atau dikenal dengan LCT sebagai upaya pendalaman pasar keuangan, mengurangi volatilitas nilai tukar, dan membentuk efisiensi harga," kata Perry, dilansir Antara, Rabu, 17 Juli 2024.
 
Pada pertemuan tersebut, para gubernur bank sentral secara umum membahas berbagai kebijakan dan inisiatif yang sejalan dengan perkembangan ekonomi terkini dan tantangan kebijakan global, pengendalian inflasi, dan arus modal.
 
EMEAP Governors Meeting sebagai forum bertukar pandangan antar gubernur bank sentral di wilayah Asia Pasifik itu diselenggarakan di Penang, Malaysia pada Senin, 15 Juli 2024. Forum tersebut turut menindaklanjuti pembahasan 66th EMEAP Deputies' and Related Meetings di Bali pada April 2024.

Inisiatif LCT terus menunjukkan perkembangan yang positif pascaimplementasinya, terlihat dari peningkatan volume transaksi dan jumlah pelaku usaha yang difasilitasi, maupun pembentukan harga yang semakin efisien.

3 upaya penting sokong LCT

Perry juga memaparkan tiga upaya penting dalam meningkatkan implementasi LCT, yaitu mendorong ekosistem yang memadai dengan cakupan partisipan, produk, harga, dan infrastruktur; memperkuat peran aktif otoritas dalam mendorong terciptanya ekosistem LCT yang optimal serta mengembangkan pasar keuangan dalam mata uang lokal; dan mempererat sinergi antar otoritas baik domestik maupun di negara mitra.
 
Saat ini, BI telah memiliki kerja sama LCT dengan delapan negara, dan enam di antaranya merupakan negara anggota EMEAP. Lebih lanjut, para gubernur bertukar pandangan mengenai efektivitas instrumen kebijakan untuk melengkapi kebijakan makroekonomi tradisional dan pengelolaan dampak dari ketidakpastian eksternal.
 
Forum juga mendukung perkembangan inisiatif EMEAP di area pasar keuangan, pengawasan dan resolusi perbankan, sistem pembayaran dan infrastruktur keuangan, dan teknologi informasi.
 
Selanjutnya, pertemuan menyambut baik Keketuaan Working Groups EMEAP periode 2024-2026 dengan peran Bank Indonesia sebagai ketua pada Working Group on Banking Supervision.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan