Pendidikan anak di luar negeri, karier internasional, hingga kepemilikan aset global bukan lagi impian segelintir orang.
| Baca juga: Kelas Finansial Inklusif Dorong Literasi Keuangan bagi Komunitas Difabel |
Ia telah menjadi bagian dari perencanaan hidup kelas menengah Indonesia yang semakin terbuka terhadap dunia. Namun, di balik ambisi tersebut, muncul tantangan yang kerap tidak disadari: risiko sunyi dalam perencanaan keuangan keluarga.
Mengenali Risiko Sunyi Sejak Dini
Risiko sunyi (silent risk) muncul ketika tujuan hidup telah berskala global, tetapi perencanaan keuangan masih bersifat lokal. Banyak keluarga menyusun rencana pendidikan, kesehatan, dan warisan dalam konteks internasional, namun tetap mengandalkan asumsi biaya, mata uang, dan perlindungan berbasis rupiah.Ketimpangan ini tidak langsung terasa. Namun, ketika kebutuhan benar-benar datang—biaya kuliah luar negeri, perawatan kesehatan internasional, atau pembelian aset global—volatilitas nilai tukar dan inflasi menjadi faktor yang memperlebar jarak antara rencana dan realisasi.
Karena itu, langkah pertama menghadapi risiko sunyi adalah mengakui bahwa risiko tersebut ada, dan bahwa ia tidak bisa dihindari hanya dengan menabung lebih besar dalam mata uang lokal.
Menyelaraskan Tujuan Hidup dan Mata Uang Perencanaan
Cara berikutnya adalah menyelaraskan mata uang perencanaan dengan mata uang kebutuhan. Biaya pendidikan internasional, layanan kesehatan global, dan sebagian besar aset lintas negara umumnya dihitung dalam dolar AS atau mata uang asing lainnya.Mengonversi seluruh kebutuhan tersebut ke rupiah tanpa strategi mitigasi berarti membiarkan nilai tukar menjadi penentu utama keberhasilan rencana keuangan. Padahal, keluarga dapat mengurangi ketidakpastian dengan menyeimbangkan struktur keuangan—tidak hanya bergantung pada satu mata uang, tetapi menyesuaikannya dengan tujuan hidup yang ingin dicapai.
Pendekatan ini bukan bertujuan untuk berspekulasi, melainkan untuk menciptakan kesesuaian antara rencana dan realitas.
Menjadikan Perlindungan Finansial sebagai Strategi Jangka Panjang
Di tengah perubahan lanskap global, perlindungan finansial tidak lagi cukup dipahami sebagai alat proteksi nominal. Asuransi perlu diposisikan sebagai bagian dari strategi hidup jangka panjang yang mempertimbangkan tujuan keluarga, struktur aset, dan kesiapan lintas mata uang.Ketika risiko utama keluarga berada pada fase-fase krusial kehidupan, pendidikan anak, kesehatan, atau keberlanjutan ekonomi lintas generasi, perlindungan jiwa berperan sebagai penopang stabilitas, bukan sekadar pengganti kerugian.
Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, menilai perubahan aspirasi keluarga Indonesia sebagai sinyal penting.
“Ketika keluarga mulai membangun rencana hidup lintas generasi dan lintas negara, perencanaan serta perlindungan finansial juga harus berevolusi. Pendekatan yang relevan adalah yang mempertimbangkan tujuan hidup, mata uang kebutuhan, dan kesinambungan antar generasi,” ujarnya.
Pendekatan Syariah dalam Mengelola Ketidakpastian
Dalam menghadapi risiko sunyi, pendekatan syariah menawarkan kerangka yang berbeda. Prinsip tolong-menolong, transparansi, dan kehati-hatian mendorong keluarga untuk tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pengelolaan risiko yang berkelanjutan.Pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia mencerminkan meningkatnya kesadaran bahwa perlindungan finansial bukan semata soal angka, melainkan tentang menjaga ketenangan dan stabilitas keluarga dalam jangka panjang termasuk ketika rencana hidup melampaui batas geografis.
Pada akhirnya, menghadapi risiko sunyi bukan tentang memilih antara rupiah atau dolar AS. Tantangan sebenarnya adalah menyelaraskan perencanaan dengan realitas hidup yang semakin global.
Perencanaan keuangan yang matang memungkinkan keluarga menjaga kualitas hidup hari ini, tanpa mengorbankan kesiapan menghadapi masa depan.
Bagi keluarga Indonesia yang melihat dunia sebagai bagian dari perjalanan hidup mereka, perlindungan finansial menjadi elemen penting bukan untuk menghilangkan seluruh risiko, tetapi untuk memastikan setiap impian dapat dijalani dengan lebih pasti dan penuh keyakinan
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News