Logo Unilever. Foto: AFP/Lex Van Lieshout.
Logo Unilever. Foto: AFP/Lex Van Lieshout.

5 Strategi Ini Bikin Saham UNVR Ngebut dalam Sepekan

Ade Hapsari Lestarini • 18 Mei 2022 11:16
Jakarta: Kinerja saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) cukup moncer sepekan kemarin. Harga sahamnya terbang dari Rp3.890 ke level Rp4.800 atau terjadi apresiasi sebesar 23,39 persen.
 
Bahkan, apresiasi saham UNVR terjadi di tengah pasar modal domestik yang muram karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa tumbang 8,73 persen dalam sepekan. Kinerja saham UNVR yang naik 23,39 persen dalam sepekan menjadi indikator persepsi investor terhadap UNVR kembali positif.
 
Pencapaian ini merupakan akumulasi berbagai realisasi strategi jangka panjang yang sempat digaungkan manajemen sepanjang setahun belakangan. Selain itu, ada lima prioritas yang menjadi agenda utama perseroan belakangan ini, yakni:
  1. Memperkuat dan mengaktivasi potensi penuh dari brand utama dan produk unggulan melalui inovasi yang terdepan untuk mendorong konsumsi konsumen.
  2. Diversifikasi portofolio ke value dan premium segment.
  3. Memperkuat kepemimpinan di channel utama (GT dan Modern Trade) dan channel masa depan (e-commerce).
  4. Memimpin di digital dan data driven capabilities.
  5. Tetap menjadi yang terdepan dalam mewujudkan bisnis yang berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada mengakui ada momen saham UNVR mengalami penurunan cukup tajam, terutama pada periode awal pandemi. Penurunan itu juga sejatinya tidak sejalan dengan fundamental UNVR itu sendiri yang secara kinerja tetap baik, meski dari sisi laba turun terimbas pandemi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, penurunan laba UNVR itu masih bagus dibanding perusahaan sejenis yang mengalami rugi. Akibat salah persepsi itulah, saham UNVR sempat turun sebelum kembali rebound. Salah persepsi dari pelaku pasar itulah yang menjadi biang saham UNVR sempat turun efek aksi jual.
 
"Kondisi fundemental UNVR tidak buruk, selama pandemi masih peroleh laba, masih tercatat untung, dibanding perusahaan lain yang justru mencatatkan kerugian," ucap Reza, dikutip Rabu, 18 Mei 2022.
 
Adapun tekanan dari sisi biaya produksi efek harga bahan baku yang meningkat juga berimbas ke UNVR, namun strategi yang dijalankan selama pandemi terbukti berhasil. Penurunan kinerja di tengah pandemi sangat wajar, apalagi untuk perusahaan consumer goods, karena masyarakat mendapat tekanan dari sisi penghasilan ikut turun sehingga mengurangi pembelian atau belanja produk konsumsi. Meski begitu, beragam langkah yang dilakukan UNVR seperti melakukan efisiensi, terbukti bisa menahan penurunan bahkan di tengah sentimen yang negatif.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif