Sejak mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia, emiten properti ini konsisten menerapkan strategi pengembangan yang terukur, dengan kualitas perencanaan, desain, dan inovasi sebagai pilar utama.
Pendekatan tersebut memperoleh pengakuan di tingkat nasional melalui raihan Indonesia My Home Award (IMHA) 2025 berkat proyek unggulan Apple 3 Condovilla, yang dinilai mampu memenuhi standar tinggi pengembangan properti, mulai dari konsep hingga kualitas implementasi. IMHA sendiri dikenal luas sebagai ajang apresiasi bergengsi yang menilai proyek properti secara menyeluruh dan objektif.
Apple 3 Condovilla merepresentasikan strategi DADA dalam menghadirkan hunian yang tidak hanya unggul secara visual, tetapi juga memiliki daya tarik investasi jangka panjang. Proyek ini mengusung konsep condovilla modern bergaya Eropa, menyasar segmen urban yang mengutamakan kenyamanan, estetika arsitektur, serta potensi pertumbuhan nilai aset.
Direktur dan CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi penegasan atas konsistensi strategi Perseroan.
“Fokus kami bukan sekadar membangun properti, tetapi menghadirkan produk berkualitas yang memberikan nilai berkelanjutan bagi konsumen dan pemegang saham,” ujar Bayu.
Keberhasilan Apple 3 Condovilla, lanjutnya, akan menjadi acuan bagi pengembangan proyek-proyek DADA selanjutnya. Perseroan berencana memperluas portofolio di kawasan strategis dengan tetap menjaga disiplin kualitas, efisiensi eksekusi, serta tata kelola pengembangan yang solid.
Di tengah dorongan stimulus fiskal, termasuk kebijakan PPN ditanggung pemerintah yang turut menopang permintaan properti residensial, DADA memandang fokus pada segmen dan diferensiasi produk sebagai faktor penting dalam menjaga daya saing dan stabilitas penjualan.
Selain penguatan strategi produk, kinerja keuangan Perseroan juga menunjukkan perbaikan signifikan.
Hingga Kuartal III-2025, DADA mencatat laba bersih sebesar Rp883 juta, melonjak 455% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp171 juta. Capaian ini mencerminkan fase pemulihan setelah tekanan kinerja pada awal 2025 dan sepanjang 2024.
Bayu Setiawan menambahkan, peningkatan laba tersebut turut mendongkrak laba bersih per saham menjadi Rp0,119.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News