Banyak orang mengira kesehatan finansial hanya diukur dari besarnya penghasilan atau jumlah tabungan. Padahal, kondisi keuangan yang sehat jauh lebih kompleks dari sekadar nominal.
Lantas, seperti apa sebenarnya ciri-ciri keuangan yang sehat? Berikut tanda-tanda utama yang bisa kamu jadikan acuan seperti yang dirangkum dari laman Sahabat Pegadiaan.
1. Pengeluaran disiplin dan terencana
Indikator paling dasar dari keuangan sehat dapat dilihat dari keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Ketika pemasukan lebih besar daripada pengeluaran, arus kas cenderung positif dan stabil.Namun, bukan besarnya pendapatan yang menjadi kunci, melainkan pola pengelolaannya. Keuangan pribadi akan lebih terjaga saat kamu memiliki rencana pengeluaran yang jelas, disiplin, dan konsisten dijalankan.
2. Dana darurat tersedia dan memadai
Kondisi darurat memang tidak bisa diprediksi, tetapi bisa dipersiapkan. Dana darurat berperan penting agar kebutuhan mendesak tidak mengganggu keuangan harian.Tanpa dana darurat, kondisi finansial belum bisa dikatakan sehat. Idealnya, bagi individu lajang, dana darurat yang disarankan berkisar 3-6 kali total pengeluaran bulanan, meski jumlah pastinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
3. Memiliki asuransi kesehatan
Tanda keuangan sehat berikutnya adalah kepemilikan asuransi kesehatan. Proteksi ini membantu menghindarkan kamu dari beban finansial akibat biaya medis tak terduga, yang nilainya terus meningkat dari waktu ke waktu.Jika penghasilan belum terlalu besar, kepesertaan BPJS Kesehatan sudah cukup menjadi perlindungan dasar, sehingga kamu tidak perlu khawatir menghadapi biaya kesehatan yang mahal.
| Baca juga: Sulit Menabung? Ini 10 Tips Finansial Gen Z agar Tabungan Cepat Terkumpul |
4. Investasi yang dilakukan secara cerdas
Investasi menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan finansial. Aktivitas ini mencerminkan kemampuan seseorang mengalokasikan dana secara disiplin dan selektif.Individu dengan keuangan sehat umumnya sudah mulai berinvestasi pada aset bernilai stabil, seperti emas. Bahkan, kini investasi emas bisa dimulai dengan nominal kecil, misalnya melalui Tabungan Emas Pegadaian mulai dari Rp10 ribuan.
Meski demikian, investasi tetap memiliki risiko. Karena itu, diversifikasi diperlukan agar risiko dapat ditekan. Investasi yang dikelola dengan baik juga berpotensi menghasilkan passive income untuk menambah tabungan dan menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.
5. Kekayaan bersih terus bertambah
Keuangan yang sehat biasanya sejalan dengan meningkatnya kekayaan bersih. Pengelolaan keuangan yang baik memudahkan seseorang menambah aset secara bertahap.Salah satu strateginya adalah mengalokasikan sebagian hasil investasi ke tabungan atau instrumen lain. Jika dilakukan konsisten, saldo akan terus bertambah dan keuntungan yang diperoleh menjadi lebih optimal.
6. Rasio utang tetap terkendali
Utang dapat menjadi solusi jangka pendek, tetapi jika tidak dikelola dengan bijak justru berpotensi menimbulkan masalah finansial. Karena itu, penting memperhatikan rasio utang terhadap pendapatan atau debt to service ratio.Cara menghitungnya cukup sederhana, yakni membagi total cicilan bulanan dengan total pendapatan bulanan. Idealnya, jumlah cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan, agar keuangan tetap sehat dan fleksibel.
7. Tujuan finansial jelas dan terarah
Tanda terakhir dari keuangan yang sehat adalah adanya tujuan finansial yang jelas. Saat kondisi keuangan relatif stabil, kebutuhan dasar sudah terpenuhi dan fokus bisa dialihkan untuk meraih target jangka panjang.Dengan tujuan yang terarah, seseorang akan lebih termotivasi mengevaluasi dan memperbaiki strategi keuangan hingga tujuan tersebut tercapai, tanpa harus terus-menerus dibebani masalah finansial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News