Sentimen positif di kawasan didukung oleh optimisme investor terhadap prospek ekonomi regional, sementara kondisi pasar global juga relatif kondusif dengan volatilitas yang mereda dan harga emas yang menguat.
| Baca juga: Bursa Asia Kompak Menguat, IHSG Ikut Melesat |
Pada pukul 09.05 WIB, IHSG naik 47,10 poin atau 0,80 persen ke level 5.922,88. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya minat beli investor pada awal pekan.
Di kawasan Asia, bursa saham Thailand memimpin penguatan setelah indeks SET melonjak 1,11 persen ke level 1.611,28. Indeks Hang Seng Hong Kong juga menguat 0,77 persen menjadi 23.529,00, disusul PSEi Filipina yang naik 0,74 persen ke level 6.233,70.
Indeks Vietnam (VNI) turut menguat 0,57 persen ke posisi 1.872,67, sementara FTSE Bursa Malaysia KLCI naik 0,20 persen menjadi 1.682,38. Di Tiongkok, Shanghai Composite bergerak positif dengan kenaikan tipis 0,06 persen ke level 4.046,13.
Namun, tidak semua pasar saham Asia bergerak searah. Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,94 persen menjadi 69.087,00, sedangkan KOSPI Korea Selatan mencatat penurunan terdalam di kawasan setelah melemah 1,45 persen ke level 7.971,44.
Sentimen positif di Asia sejalan dengan pergerakan pasar global. Di Amerika Serikat, indeks Dow Jones dan S&P 500 masih bergerak stabil masing-masing di level 52.900,07 dan 7.483,24. Sementara itu, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,25 persen menjadi 10.679,03.
Dari pasar obligasi, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara Indonesia tenor 10 tahun turun menjadi 7,14 persen dari sebelumnya 7,16 persen. Penurunan yield tersebut mengindikasikan meningkatnya permintaan investor terhadap obligasi pemerintah.
Di sisi lain, premi risiko Indonesia yang tercermin dari Credit Default Swap (CDS) tenor lima tahun relatif stabil di level 89,94 basis poin. Tingkat kecemasan pelaku pasar global juga cenderung menurun. Hal itu tercermin dari indeks volatilitas CBOE (VIX) yang turun 2,11 persen ke level 15,81.
Pada pasar komoditas, harga emas melonjak 1,32 persen menjadi 4.176,94 sehingga menunjukkan permintaan terhadap aset lindung nilai masih kuat. Logam industri juga mencatat penguatan, dengan harga timah naik 3,38 persen, nikel bertambah 1,05 persen, perak menguat 2,46 persen, dan tembaga naik 0,22 persen.
Sementara itu, harga minyak dunia bergerak stabil di level USD68,69 per barel. Harga minyak sawit mentah (CPO) turun tipis 0,13 persen menjadi 4.439, sedangkan harga batu bara Newcastle kontrak Juli melemah 0,23 persen ke level 128,80.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda