Ilustrasi IHSG. Foto: Medcom.id
Ilustrasi IHSG. Foto: Medcom.id

IHSG Dibuka Menguat usai Pidato Prabowo soal RAPBN 2027, Investor Mulai Optimistis?

Annisa ayu artanti • 21 Mei 2026 10:00
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka naik 0,76 persen ke level 6.366,49 pada perdagangan Kamis pagi.
  • Pasar mencermati pidato Prabowo soal RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor SDA
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada pembukaan perdagangan Kamis, 21 Mei 2026 setelah pasar mencerna arah kebijakan ekonomi pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto kemarin.
 
Melansir Antara, IHSG dibuka menguat 47,99 poin atau 0,76 persen ke posisi 6.366,49. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,28 poin atau 0,68 persen ke posisi 634,96.
 
Pergerakan IHSG hari ini juga mengikuti pergerakan perdagangan di bursa Wall Street ditutup yang menguat. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat +1,31 persen ke level 50.009,35. Sementara itu, S&P 500 menguat +1,08 persen ke 7.432,97, dan Nasdaq Composite menguat +1,54 persen menjadi 26.270,36.
 
Baca juga: IHSG Turun 18 Poin, Simak Sentimen Hari Ini

IHSG  Review

IHSG ditutup melemah -0,82 persen ke level 6,318 pada perdagangan terakhir, dengan investor asing membukukan net sell sebesar Rp131 miliar di pasar reguler. 

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, pelemahan pasar dipengaruhi oleh respons pelaku pasar terhadap penyampaian KEM-PPKF RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto, termasuk rencana kebijakan ekspor komoditas SDA melalui BUMN sebagai eksportir tunggal. 
 
Dari sisi moneter, Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen pada RDG Mei 2026, lebih tinggi dari ekspektasi pasar di level 5,00 persen. 
 
Kebijakan tersebut mendorong penguatan rupiah dan berpotensi menahan tekanan capital outflow dalam jangka pendek.
 
"Kami memperkirakan IHSG masih bergerak terbatas dengan support di 6,220 dan resistance di 6,635. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis FOMC Minutes The Fed serta data domestik seperti Current Account dan M2 Money Supply sebagai katalis lanjutan," tulis riset harian BRI Danareksa Sekuritas, Kamis, 21 Mei 2026.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan